Foto Ig Pramono

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan proyek stasiun kereta di kawasan Jakarta International Stadium (JIS) tinggal selangkah lagi rampung. Rencananya, bulan Juni sudah bisa beroperasi.

“Untuk JIS ini diperkirakan bulan Mei selesai, bulan Juni akan beroperasi,” ujar Pramono.

Tak berhenti di JIS, Pemprov DKI juga sedang menyiapkan gebrakan besar di sektor transportasi. Pramono mengungkap, jaringan kereta bakal diperluas secara agresif demi membongkar kemacetan kronis Jakarta dari selatan hingga utara.

Ia menegaskan, pembenahan ini bukan sekadar proyek tambal sulam, melainkan strategi besar yang menyasar berbagai titik vital, mulai dari pengembangan MRT Jakarta, kawasan Kota Tua, hingga jalur listrik sepanjang 16 kilometer dari Rawajati ke Tanjung Priok.

“Bukan hanya Stasiun JIS yang KRL-nya. Kami juga membahas hal-hal lain di antaranya adalah bagaimana dengan penyelesaian MRT, termasuk kemudian Kota Tua, termasuk kemudian trayek listrik yang 16 kilo dari Rawajati sampai ke Tanjung Priok,” ujar Pramono.

“Dan itu secara signifikan pasti akan membantu kemudahan transportasi di Jakarta,” sambungnya.

Langkah ambisius ini juga mencakup integrasi besar-besaran antarmoda transportasi di pusat kota. Kawasan Dukuh Atas hingga Stasiun BNI dan Karet akan disulap menjadi simpul transit super padat yang saling terhubung, memudahkan perpindahan tanpa ribet.

“Termasuk urusan yang Dukuh Atas, kemudian juga Stasiun BNI dan Karet, yang akan kita integrasikan segera akan dilakukan,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinan Pramono, Pemprov DKI tampak all-out membangun sistem transportasi terpadu. Layanan seperti Transjakarta, Minitrans, hingga JakLingko terus diperluas bahkan menembus wilayah penyangga.

Sementara itu, transportasi berbasis rel seperti MRT, LRT, dan KRL Jabodetabek yang dikelola PT Kereta Api Indonesia juga jadi tulang punggung revolusi mobilitas ibu kota. (ads)