
Kanalnews.co, JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
Nanik S Deyang membantah korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Garut Jawa Barat berjumlah 500 murid. Ia mengklaim jumlah korban adalah sebanyak 150 anak.
Informasi itu dia dapatkan berdasarkan hasil pengecekan dan data dari pihak kepolisian serta rumah sakit. Total yang keracunan MBG di Garut mencapai 150 pelajar.
“Kan ditulis 400-500 sekian gitu, ternyata sudah saya cek benar dan saya sudah dapat data dari polisi, dari rumah sakit, 150 (pelajar),” ujar Nanik.
“150 itu 120-nya langsung hari itu juga enggak dirawat, maksudnya cuma muntah, yang 30 sempat nginep di puskesmas dan sudah cuma satu hari pulang,” ujarnya.
Tak sesuai data, Nanik menyayangkan pemberitaan di berbagai media yang menyebut korban MBG mencapai 500an anak. Ia pun siap membuktikan data yang didapatkan dari polisi.
“Tetapi kan media memberitakan 500, kalau enggak percaya ini saya punya laporannya polisi. Jadi sekarang kita kerja sama juga dengan kepolisian, kerja sama dengan dinas kesehatan, jadi kita sekarang akan bekerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani yang menyebut jumlah korban keracunan MBG sebanyak 569 murid. Mayoritas siswa mengalami gejala muntah hingga harus dirawat di Puskesmas Kadungora.
“Hingga saat ini jumlah yang diduga mengalami keracunan ada 569 orang (sampai 18 September 2025 malam),” ujar Leli. (ads)


































