
Kanalnews.co, JAKARTA- Kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha di Yogyakarta semakin memanas dan menyeret nama kampus ternama. Universitas Gadjah Mada akhirnya angkat suara setelah sosok penasihat yayasan daycare tersebut diketahui merupakan dosen aktif mereka.
UGM mengonfirmasi Cahyaningrum Dewojati memang tercatat sebagai dosen aktif. Namun, kampus menegaskan keterlibatannya di Little Aresha murni bersifat pribadi dan tidak ada kaitan kelembagaan dengan universitas.
“Yang bersangkutan benar dosen aktif, tetapi keterlibatannya dalam pengelolaan daycare adalah kapasitas pribadi,” tegas Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana.
Pernyataan ini muncul setelah nama dan foto Cahyaningrum ramai beredar di media sosial, memicu sorotan publik terhadap hubungan antara dunia akademik dan kasus kekerasan anak yang kini jadi perhatian luas.
UGM juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan perlakuan brutal terhadap anak-anak di daycare tersebut. Kampus menegaskan komitmennya mendukung proses hukum dan menempatkan perlindungan anak sebagai prinsip utama.
Di sisi lain, kasus ini sudah memasuki babak serius. Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka, termasuk kepala yayasan, kepala sekolah, hingga belasan pengasuh.
Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, menyebut penetapan itu berdasarkan hasil gelar perkara.
Fakta yang terungkap pun mengejutkan. Saat penggerebekan, polisi menemukan dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak.
Sejumlah anak-anak tersebut dalam kondisi tangan dan kakinya diikat. Jumlah korban pun tidak sedikit, sementara ini tercatat mencapai 53 anak yang diduga mengalami kekerasan.
Hingga kini, motif para tersangka masih terus didalami. Polisi berjanji akan membuka lebih rinci fakta-fakta kasus ini dalam konferensi pers. (ads)


































