Foto: twitter TNI AD

Kanalnews.co, JAKARTA– Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan lima anak buahnya telah menjalani pemeriksaan terkait tragedi di Kanjuruhan. Dari lima anggotanya, empat sudah mengaku perbuatannya.

Tragedi di Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022 menjadi peristiwa memilukan di dunia sepakbola. Sebanyak 131 orang meninggal dunia.

Penembakkan gas air mata yang dilakukan aparat menjadi sorotan karena diduga menjadi penyebab orang kesulitan bernapas hingga terinjak-injak mencari pintu keluar. Aksi sejumlah oknum TNI juga menjadi perhatian.

Dalam video yang beredar yang di media sosial, terlihat sejumlah anggota TNI melakukan aksi kekerasan seperti menendang suporter dan memukul. Tindakan arogan anggota TNI pun dikecam masyarakat.

Andika mengakui telah meminta keterangan dari anggota TNI tersebut. Total ada empat yang sudah mengakui, sementara satu belum.

“Sejauh ini prajurit yang sudah kita periksa ada lima. Periksa ini, karena sudah ada bukti awal. Dari lima ini, empat sudah mengakui, tapi satu belum,” kata Andika di Istana Kepresidenan, Rabu (4/10/2023).

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat siapapun yang memiliki video agar dilaporkan kepadanya. Video itu dibutuhkan sebagai bukti.

“Tapi kami nggak menyerah, makanya kami terus minta info dari siapa pun juga, siapa pun punya video,” kata Andika.

“Yang seperti di video ya, itu kan beberapa, beberapa oknum itu kan mereka menyerang masyarakat atau individu yang juga tidak menyerang mereka, bahkan juga membelakangi. Itu menurut saya sangat sangat nggak bagus,” tegasnya. (ads)