
Kanalnews.co, JAKARTA – Hotman Paris Hutapea membongkar isi percakapannya dengan Presiden Prabowo Subianto terkait kasus korupsi Chromebook yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Hotman mengungkap, dirinya ditelepon langsung oleh Prabowo pada Selasa malam saat sudah bersiap untuk beristirahat. Sambungan dari ajudan presiden itu disebut berlangsung serius karena Prabowo ingin mengetahui pandangan hukum terkait perkara yang kini membelit mantan bos Gojek tersebut.
Dalam obrolan itu, Hotman mengatakan Presiden menaruh perhatian besar agar proses hukum berjalan adil dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Sebagai mantan kuasa hukum Nadiem, Hotman pun mengaku menyampaikan analisa berdasarkan fakta persidangan dan barang bukti yang telah terungkap.
Meski enggan membeberkan seluruh isi percakapan, Hotman memberi petunjuk penting kepada publik. Ia menyoroti fakta jika mantan bawahan Nadiem, Ibrahim Arief alias Ibam, sudah lebih dulu divonis 4 tahun penjara dalam kasus yang sama.
Menurut Hotman, putusan terhadap Ibam bisa menjadi sinyal kuat arah keputusan hakim terhadap Nadiem. Ia menilai majelis hakim kemungkinan akan tetap konsisten dengan putusan sebelumnya karena kasus keduanya saling berkaitan.
“Kalau bawahan sudah divonis, tentu publik bisa menilai sendiri untuk siapa tindakan itu dilakukan,” ujar Hotman dalam pernyataannya.
Kasus dugaan korupsi Chromebook sendiri menjadi sorotan nasional setelah jaksa menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta uang pengganti mencapai lebih dari Rp5,6 triliun.
Jaksa meyakini mantan Menteri Pendidikan era Presiden Joko Widodo itu terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan CDM periode 2020-2022 yang disebut menyebabkan kerugian negara dalam jumlah fantastis. (ads)




































