
Kanalnews.co, JAKARTA – Rencana blusukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo usai kondisi kesehatannya membaik memantik reaksi keras dari PDIP. Politikus PDIP Guntur Romli menilai langkah Jokowi turun ke daerah bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan sinyal politik dan ekonomi yang diarahkan kepada pemerintahan Prabowo Subianto.
Menurut Guntur, blusukan Jokowi mengandung pesan jika mantan presiden itu masih memiliki pengaruh besar di akar rumput dan terus membangun kekuatan politik untuk keluarga besarnya. Ia bahkan menyebut langkah tersebut bisa dibaca sebagai peringatan halus”kepada Prabowo jika orbit kekuasaan Jokowi belum benar-benar berakhir.
“Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya masih punya daya pengaruh politik yang kuat. Ini bukan sekadar turun menyapa rakyat, tetapi konsolidasi kekuatan untuk menjaga posisi politik keluarga,” kata Guntur.
PDIP juga menilai aktivitas blusukan itu berkaitan dengan upaya menjaga kesinambungan kekuatan politik yang kini ditempati anak dan menantu Jokowi.
Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, kini menjabat Wakil Presiden RI. Sementara menantunya, Bobby Nasution, telah menjadi Gubernur Sumatera Utara setelah bergabung dengan Gerindra.
Adapun putra bungsunya, Kaesang Pangarep, saat ini memimpin PSI.
Bagi PDIP, langkah Jokowi berkeliling Indonesia juga memperlihatkan mantan kader mereka itu belum bisa sepenuhnya meninggalkan ambisi politik. Guntur menyinggung pernyataan lama Jokowi yang pernah mengaku ingin kembali menjadi rakyat biasa di Solo setelah masa jabatannya selesai.
“Dulu bilang ingin kembali jadi warga biasa, tetapi sekarang justru aktif keliling daerah. Itu menunjukkan syahwat politiknya masih sangat besar,” ujar Guntur.
Di sisi lain, kubu Projo membantah jika agenda tersebut hanya bermuatan politik praktis. Sekjen Projo Freddy Alex Damanik mengungkapkan Jokowi dijadwalkan mulai blusukan pada Juni mendatang dengan tujuan pertama ke Nusa Tenggara Timur.
Freddy menegaskan Jokowi masih memiliki modal sosial dan kedekatan kuat dengan masyarakat. Menurutnya, modal itulah yang akan digunakan untuk membantu menjaga stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran, sekaligus mendukung figur pemimpin yang dianggap mampu melanjutkan pembangunan nasional.
Meski tak menampik kemungkinan arah dukungan menuju Pemilu 2029, Projo menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan agenda pembangunan tetap berjalan. (ads)



































