Foto NU

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Nama Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar digadang-gadang masuk daftar bakal calon wakil presiden Ganjar Pranowo. Apa kata pengamat?

Peneliti dari Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengakui suara dari tokoh NU memang berpengaruh besar. Untuk itu, Nasaruddin bisa menjadi salah satu kandidat.

“NU merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia yang memiliki paham keagamaan yang cukup inklusif, toleran, moderat pluralis, yang saya kira memiliki tarikan nafas yang sama dengan PDIP yang nasionalis,” kata Adi.

“Nasaruddin Umar tokoh penting dan sentral di NU yang memiliki irisan non-Jawa karena Nasaruddin Umar itu berasal dari Makassar yang memiliki latar belakang yang sama dengan Pak Jusuf Kalla,” katanya.

Namun demikian, mengusung Nasaruddin Umar bakal menjadi tantangan besar. Sebab, nama Nasaruddin Umar belum terlalu dikenal luas oleh masyarakat.

“Harus diakui, Nasaruddin Umar itu sosok yang tak muncul di survei, banyak orang yang belum kenal, banyak orang yang belum tahu sehingga wajar kalau orang bertanya-tanya,” katanya.

Adi menilai Ganjar butuh cawapres yang bisa menguatkan suaranya. Pasalnya, sejauh ini elektabilitas Ganjar belum sepenuhnya kuat.

“Kalau PDIP mencari sosok dari kalangan NU, tapi tak serta merta memilih yang tidak memiliki elektabilitas dan popularitas. Mengingat, posisi Ganjar Pranowo belum mencapai angka psikologi politik yang aman yaitu 60 persen ke atas. Karena itu posisi Cawapres penting, jadi kunci,” katanya.

Kondisi ini berbeda dengan Joko Widodo (Jokowi) di tahun 2019. Sebab elektabilitas Jokowi ketika itu aman sehingga bisa leluasa memilih pasangan.

“Elektabilitas Jokowi (tahun 2019) tinggi, tingkat kepuasan tinggi, meski memiliki cawapres tokoh NU yang tidak populer, dan tidak dikenal, orang, memenangkan pertarungan politik di 2019 yang lalu,” katanya.

Nasaruddin Umar merupakan salah satu Rais PBNU periode 2022-2027 dan tokoh di luar Jawa. Dua alasan, menurut Adi, cukup untuk mengusung Nasaruddin Umar jadi cawapres Ganjar.

Sebelumnya, nama Nasaruddin Umar mencuat setelah Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut ada 10 kandidat bakal cawapres untuk Ganjar Pranowo.