
Kanalnews.co, JAKARTA– Mantan Menko Polhukam sekaligus cawapres Mahfud MD mengkritik KPU yang dianggap tak layak menjadi penyelenggara Pilkada 2024. Hal itu menyusul dengan kasus asusila yang dilakukan oleh ketua KPU Hasyim Asy’ari.
Dalam akun X miliknya, @mohmahfudmd, Mahfud menyoroti keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memecat Hasyim.
“Pasca putusan DKPP memecat Ketua KPU Hasyim Asy’ari kita terus terkaget-kaget dengan berita lanjutannya. Info dari obrolan sumber Podcast Abraham Samad SPEAK UP, setiap komisioner KPU sekarang memakai 3 mobil dinas yang mewah, ada juga penyewaan jet (utk alasan dinas) yg berlebihan, juga fasilitas lain jika ke daerah yang (maaf) asusila. DPR dan Pemerintah perlu bertindak, tidak diam,” tulis Mahfud.
Dengan kasus tersebut, Mahfud menilai seharusnya seluruh komisioner KPU diganti. KPU juga tak layak menjadi penyelenggara Pilkada.
“Secara umum KPU kini tak layak menjadi penyelenggara pilkada yang sangat penting bagi masa depan Indonesia. Pergantian semua komisioner KPU perlu dipertimbangkan tanpa harus menunda Pilkada November mendatang. Juga tanpa harus membatalkan hasil pemilu yang sudah selesai diputus atau dikonfirmasi oleh MK. Pilpres dan Pilleg 2024 sebagai hasil kerja KPU sekarang sudak selesai, sah, dan mengikat,” lanjutnya.
“Ada vonis MK No. 80/PUU-IX/2011 yang isinya ‘jika komisioner KPU mengundurkan diri maka tidak boleh ditolak atau tidak boleh digantungkan pada syarat pengunduran itu harus diterima oleh lembaga lain’. Ini mungkin jalan yang baik jika ingin lebih baik,” katanya.
DKPP sebelumnya memecat Hasyim Asy’ari karena terbukti melakukan tindak asusila. Kini, KPU telah menunjuk plt yaitu Mochammad Afifudin. (ads)


































