Foto: Dok Polri

Kanalnews.co, JAKARTA– Kapolri Jenderal Listyo Sigit membentuk tim khusus untuk menyelesaikan kasus penembakan yang dilakukan sesama polisi. Listyo tak mau ada isu liar yang berkembang.

Insiden polisi tembak polisi di rumah singgah milik Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menarik perhatian publik. Aksi baku tembak tersebut melibatkan Brigadir J dengan Bharada E mengakibatkan Brigadir J meninggal dunia.

Kronologisnya menurut istri Ferdy Sambo ia mendapatkan pelecehan seksual oleh Brigadir J. Mendengar teriakan, Bharada E keluar dari lantai 2.

Brigadir J lalu menembakkan senjatanya ke arah Bharada E. Namun tembakan Brigadir J ke Bharada E atau RE meleset. Namun akhirnya Brigadir J tewas.

Listyo memastikan telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut. Tim dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

“Kemudian ada satu lagi kasus yang tentunya melibatkan anggota, karena memang terjadi baku tembak antara anggota dan anggota, dan kami juga mendapatkan banyak informasi terkait dengan berita-berita liar yang beredar yang tentunya kita juga ingin semuanya ini bisa tertangani dengan baik,” kata Listyo.

“Oleh karena itu, saya telah membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Pak Wakapolri, Pak Irwasum, kemudian ada Pak Kabareskrim, Pak Kabik (Kabaintelkam) kemudian juga ada As SDM, karena memang beberapa unsur tersebut harus kita libatkan termasuk juga fungsi dari Provos dan Paminal,” kata Jenderal Sigit.

Komjen Gatot nantinya dibantu Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri, dan As SDM Irjen Wahyu Widada. Selain itu, dari Provos terdapat Karo Provos Div Propam Brigjen Beni Ali S dan Karo Paminal Div Propam Brigjen Hendra Kurniawan. (ads)