
Kanalnews.co, JAKARTA – Langit Jakarta diperkirakan tak bersahabat dalam tiga minggu ke depan. Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan banjir, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan langkah tak biasa: modifikasi cuaca. Langkah ini ditempuh agar curah hujan tinggi yang mengintai Ibu Kota tak berujung bencana.
“Mulai kemarin kami sudah bekerja sama dengan BMKG dan BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca. Anggarannya sudah kami siapkan karena 25 hari ke depan diprediksi akan terjadi anomali dan cuaca ekstrem,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (31/10).
Pramono menegaskan, setiap kali ada potensi curah hujan di atas 150–200 milimeter, tim akan segera melakukan modifikasi cuaca untuk mengendalikan intensitas hujan.
“Begitu ada indikasi hujan ekstrem, kami langsung bergerak,” tegasnya.
Selain ancaman hujan deras, Pramono juga menyoroti potensi banjir rob yang diprediksi melanda wilayah pesisir Jakarta pada 6–8 November mendatang.
“Mudah-mudahan tidak terjadi bersamaan dengan banjir kiriman atau banjir lokal,” harapnya.
Langkah sigap Pemprov ini menyusul peristiwa hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Kamis (30/10), menyebabkan banjir di puluhan RT dan pohon tumbang di berbagai titik. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian tersebut. (ads)
































