KANALNEWS.co, Jakarta – Masih kuatnya sentimen negatif di pasar keuangan global masih menjadi pemicu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa sore melemah 10 poin.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarBank di Jakarta, Selasa sore, bergerak melemah 10 poin ke posisi Rp9.070 dibanding sebelumnya Rp9.060.
Analis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, mengatakan kekhawatiran pasar keuangan terus merebak sehingga dolar AS masih bergerak menguat terhadap semua mata uang dunia termasuk rupiah.
“Mata uang dunia melemah terhadap dolar AS terutama euro. Dolar AS menjadi ‘safe haven’ yang lebih dominan dibandingkan aset lainnya. Ini mengingatkan kita pada tahun 2008 lalu dimana pada awal-awal kepanikan dolar AS menjadi sasaran minat beli para pelaku pasar dan melepaskan aset-aset lainnya,” kata dia.
Menurut dia, setelah kepanikan di pasar sedikit mereda, baru kemudian aset-aset lain yang juga dianggap aman mulai dikoleksi seperti emas.
Ia mengemukakan, kekhawatiran negara Eropa kemungkinan besar tidak akan berhasil mengatasi krisis hutang negara-negara anggotanya semakin menjadi, setelah beberapa lembaga pemeringkat mengingatkan bahwa peringkat hutang negara-negara dan perbankan Eropa dapat diturunkan.
“Moody’s menurunkan peringkat hutang Belgia, peringatan Fitch atas adanya kemungkinan menurunkan peringkat kredit Perancis dan enam negara zona Euro lainnya juga terlihat masih membayangi pada awal pekan ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, pasar masih belum dapat diyakinkan bahwa permasalahan di Eropa akan selesai dalam waktu singkat.
Kendati dmikian, kata dia, penurunan peringkat terhadap negara-negara kawasan Euro lainnya telah diantisipasi sehingga dampak negatifnya mungkin tidak sebesar yang diperkirakan.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Selasa (20/12) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah ke posisi Rp9.115 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.088.[lur]






































