KANALNEWS.co, Bojonegoro – PT Pertamina tidak akan mengikuti proses lelang blok minyak dan gas bumi (migas) skema gross split tahun ini. Hal ini mengimbangi  kemampuan dana yang terbatas  di saat Pertamina sedang menangani beberapa proyek besar.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, mengatakan Pertamina memang pernah mengajukan penawaran lelang blok migas nonkonvensional. Namun, lelang tahun ini belum ajukan karena ada keterbatasan dana. “Kami memang pernah mengajukan, tapi yang baru belum,” kata Syamsu di Bojonegoro, Selasa (26/9).

Syamsu menjelaskan, dana Pertamina memang terbatas karena ada beberapa proyek yang tengah digarap. Salah satunya adalah proyek Jambaran-Tiung Biru yang membutuhkan dana investasi sebesar US$ 1,5 juta. Selain itu ada juga Blok Mahakam. Meski baru menjadi operator tahun depan, Pertamina saat ini sudah berinvestasi untuk mengebor sumur di blok tersebut. Tujuannya agar produksi tidak turun ketika terjadi alih kelola.

Saat ini Pertamina sudah menyelesaikan enam sumur. Sampai akhir tahun, targetnya bisa mengebor 17 sumur. Jumlah sumur ini memang selalu berubah, dari awalnya 19 sumur, kemudian turun menjadi sembilan dan naik lagi menjadi 15.

Menurut Syamsu, penambahan sumur di Blok Mahakam dari 15 menjadi 17 itu karena ada inovasi yang bisa mempercepat waktu produksi dari 14 hari menjadi 6-7 hari. “Ada inovasi yg dilakukan seperti casing design drilling program,” ujar dia.

Proyek lainnya yang tengah digarap Pertamina adalah proyek nonkonvensional di Blok MNK Sumatera Utara. Proyek ini masih dalam tahap evaluasi potensi migas. Selain proyek hulu, Syamsu menjelaskan Pertamina juga sedang menggarap proyek lain seperti pembangunan kilang baru dan revitalisasi. Oleh karena itu, pertimbangan keikutsertaan lelang terletak pada kemampuan perusahaan.

Sebagai gambaran, tahun ini pemerintah melelang 15 blok migas. Jumlah itu terdiri dari 10 blok migas konvensional dan lima blok nonkonvensional. Batas waktu lelang migas tahun ini akan berakhir November. (mk)