MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Panen Raya TNI Terintegrasi yang dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (18/7/2026). Kegiatan yang digelar serentak di 43 titik di Indonesia tersebut menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional melalui sinergi tiga matra TNI dalam mengembangkan komoditas pangan strategis.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Abdulrachman Saleh dan disambut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin serta Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.

Di Lanud Abdulrachman Saleh, panen raya dipusatkan pada komoditas tebu sebagai kontribusi TNI Angkatan Udara dalam mendukung swasembada gula nasional. Sementara TNI Angkatan Darat mengembangkan komoditas padi dan TNI Angkatan Laut fokus pada pengembangan kedelai.

Khofifah menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi ketahanan bangsa sehingga membutuhkan kolaborasi pemerintah, TNI, petani, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis Indonesia akan semakin cepat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan,” ujarnya.

Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai penyangga utama pangan nasional. Selain menjadi produsen gula terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 51 persen produksi nasional, Jawa Timur juga merupakan salah satu lumbung padi nasional sekaligus terus memperkuat pengembangan kedelai.

Pada 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur mencapai sekitar 1,34 juta ton, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Sementara produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara sekitar 6,03 juta ton beras konsumsi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus memperkuat sektor pergulaan melalui Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare pada tahun 2026.

Gubernur Khofifah bersama Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur berdialog dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di sela Panen Raya TNI Terintegrasi di Kabupaten Malang.

Khofifah mengatakan keberhasilan peningkatan produksi pangan merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, serta para petani melalui optimalisasi pola tanam, mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, hingga penguatan jaringan irigasi.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif TNI yang tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian.

“Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama masyarakat menjadi contoh nyata bahwa membangun ketahanan pangan merupakan tugas bersama,” katanya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Panen Raya TNI Terintegrasi membuktikan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang harus melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan bekerja sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat serta mampu memanfaatkan seluruh potensi sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat.