HONG KONG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung pelaksanaan East Java Trade and Investment Forum 2026 atau Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hong Kong yang berhasil mencatatkan nilai transaksi final sebesar Rp12.038.159.976.541. Capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya daya saing produk unggulan Jawa Timur di pasar internasional sekaligus memperluas peluang investasi asing ke provinsi ini.

Forum bisnis yang digelar di Regal Hotel Hong Kong itu mempertemukan delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, pelaku usaha, calon pembeli, hingga investor. Berbagai komoditas unggulan Jawa Timur berhasil diperdagangkan, mulai dari perhiasan emas, produk perikanan, tisu, rokok, tembakau, produk turunan crude palm oil (CPO), alas kaki, kopi, bahan kimia organik, produk tembaga, sarang walet, charcoal, dessicated coconut, kosmetik, hingga aneka produk makanan olahan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyaksikan penandatanganan kerja sama bisnis dalam East Java Trade and Investment Forum 2026 di Hong Kong yang menghasilkan transaksi senilai Rp12,038 triliun.

Khofifah mengatakan Hong Kong merupakan mitra dagang strategis sekaligus salah satu pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia yang dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk Jawa Timur menuju pasar global.

“Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan terhadap berbagai produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah kita mampu bersaing di pasar internasional,” kata Khofifah.

Menurutnya, pelaksanaan misi dagang tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai transaksi perdagangan, tetapi juga memperluas akses pasar, membuka peluang investasi baru, memperkuat rantai pasok global, hingga mendorong alih teknologi yang mampu meningkatkan daya saing industri di Jawa Timur.

Khofifah menjelaskan Jawa Timur memiliki banyak keunggulan kompetitif sebagai pusat produksi nasional sekaligus gerbang perdagangan Indonesia bagian timur. Kondisi tersebut didukung infrastruktur logistik yang berkembang, kawasan industri yang kompetitif, sumber daya manusia berkualitas, serta ekosistem industri yang terus tumbuh.

Ia berharap semakin banyak produk unggulan Jawa Timur, termasuk produk hortikultura, manufaktur, makanan olahan, hingga hasil perikanan mampu menembus pasar internasional sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

Selain perdagangan, Khofifah juga menekankan pentingnya investasi industri sebagai bagian dari penguatan hilirisasi. Salah satunya melalui investasi PT Sunrise Masami Indonesia yang dinilai akan memperkuat industri pengalengan dalam negeri sekaligus mendukung substitusi impor kemasan kaleng.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau produk-produk unggulan pelaku usaha Jawa Timur yang dipromosikan pada East Java Trade and Investment Forum 2026 di Hong Kong.

Menurut Khofifah, kontribusi Jawa Timur yang mencapai 14,40 persen terhadap perekonomian nasional menjadi modal penting untuk terus menarik investasi dan memperluas pasar ekspor.

“Melalui Misi Dagang ini, kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan ekspor produk unggulan Jawa Timur, sekaligus menarik investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Acting Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Fithonatul Mar’ati, mengatakan East Java Trade and Investment Forum 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Jawa Timur dengan Hong Kong. Ia berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi berlanjut pada realisasi transaksi, investasi, distribusi, hingga transfer teknologi.

Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan menjelaskan misi dagang di Hong Kong merupakan penyelenggaraan kedelapan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di negara mitra. Berbagai produk unggulan daerah dipromosikan kepada calon pembeli dan investor untuk memperluas pasar ekspor serta meningkatkan daya saing produk Jawa Timur di tingkat global.