KANALNEWS.co, Jakarta – Pemerintah mengaskan dalam waktu dekat Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) akan dibubarkan, dan akan dialihkan ke Pertamina Energy Service (PES). Namun, PES tersebut tidak akan memasok BBM untuk Pertamina, akan dijadikan perusahaan trading murni.
Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu mengatakan, PES akan menggantikan posisi Petral, namun tidak memasok BBM untuk Pertamina. Yang memasok BBM untuk Pertamina adalah Integreted Suply Chain, unit bisnis Pertamina.
“Pertamina masih akan gunakan PES yang ada di Singapura, tapi ini harus dikaji kembali, jangan hanya ganti baju,” ujar Said di Jakarta, Jumat (24/4).
Dijelaskan, untuk memasok BBM ke Pertamina, unit bisnisnya harus berada di Indonesia agar mudah dilakukan audit investigasi. Ketika Petral masih di Singapura, audit investigasi sulit dilakukan, karena Petral sendiri berbadan hukum di HongKong. Akibat tidak adanya audit investigasi, kerugian negara sulit ditemukan.
“KPK, BPK sudah lakukan audit, tapi cuma audit administrasi, bukan investigasi. Singapura tidak akan mengizinkan ada audit investigasi dari luar negaranya,” katanya.
Kedepannya, fungsi PES yang tidak menyuplai BBM ke Pertamina, diharapkan bisa memasok BBM untuk perusahaan lain, seperti Shell, Total bahkan Petronas. Maka dari itu, PES akan dijadikan sebagai trader minyak murni.
PES sendiri nantinya akan tetap dibiarkan tinggal di Singapura, karena Singapura merupakan tempat terbesar bisnis jual beli minyak. Itu didasari pada infrastruktur keuangan dan infrastruktur fisik yang telah siap.
Dengan adanyan ISC sebagai pemasok BBM untuk Pertamina, diharapkan harga BBM bisa lebih murah. Karena pembeliannya langsung dilakukan oleh Pertamina, bukan pihak ke tiga.
Sebelumnya, Dirut Pertamina Dwi Sutjipto mengatakan dalam waktu dekat Petral akan dibubarkan, dan aset termasuk pegawainya akan ditarik ke PES. Saat ini, pihaknya masih melakukaan penghitungan aset tersebut. (Mulkani)

































