KANALNEWS.co, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)Sudirman Said terlalu terburu-buru menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar. Pada hal untuk menurunkan harga Solar ke harga normal seperti yang sudah diputuskan pada RDP Komisi VII DPR terdahulu sangat sulit.
“Menteri kita ini kalo naikan harga BBM cepet banget. Akan tetapi kalo menurunkan itu banyak sekali alasan,” celoteh Anggota Komisi VII DPR RI Supratman Andi Agtas, pada RDP di Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan Jakarta, Senin(30/3/2015).
Sebelumnya, pada tanggal 03 Februari 2015 Komisi VII DPR RI menggelar RDP bersama Menteri ESDM dan Pertamina dan mendesak Pemerintah menurunkan harga solar menjadi Rp 6.000 per liter dalam waktu dekat. Bahkan Sudirman mengatakan pihaknya menyetujui penurunan harga. Namun, kenyataannya Sudirman tidak menaikan harga tersebut.
Sementara di tempat yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menyetujui langkah pemerintah yang menaikan harga BBM jenis premium dari Rp6.700 per liter menjadi Rp7.300 per liter dan solar subsidi dari Rp6.400 per liter menjadi Rp6.900 per liter. Karrna menurutnya, Kenaikan tersebut sudah sesuai perhitungan yang disampaikan keseluruh Anggota Komis VII DPR RI.
Namun, yang menjadi permasalahan dalam kenaikan harga BBM pada tanggal 28 Maret lalu, yakni pemerintah kurang melakukan sosialisasi. Pemerintah dinilai tidak peka denganĀ harga BBM menjadi masalah krusial, yang langsung berdampak pada ekonomi masyarakat.
Menurut Kurtubi, perubahan harga BBM tersebut seharusnya dilakukan enam bulan sekali. Jangan seperti saat ini dimana perubahan harga bisa dilakukan dua kali dalam sebulan.
“Kenaikan sudah sesuai dengan perhitungan yang disampaikan ke DPR, cuma kurang sosialisasi saja,” pungkasnya. (Mulkani)

































