Foto: shutterstock

Kanalnews.co, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara mengatakan bahwa menurut Kajian Triwulanan Bank Indonesia Jawa Timur (Jatim), kinerja pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan III 2021 tumbuh 3,23 persen year on year (yoy) melambat.

Pertumbuhan itu lambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 7,07 persen yoy. Perekonomian Jatim masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan, Perdagangan, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Konstruksi,  sebesar 9,20 persen.

Amir mengatakan, peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Jawa Timur mencapai 70,73 persen. Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian.

“Sektor ini mengalami kontraksi sebesar 0,91 persen. Begitupun dengan inflasi di semua wilayah pada November 2021 tercatat tetap rendah meski meningkat dibandingkan periode sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, peningkatan tekanan inflasi juga terjadi di wilayah Jawa. Seluruh daerah di Jawa mengalami kenaikan tekanan inflasi, pada triwulan IV 2021, inflasi IHK Jawa Timur diperkirakan masih terjaga dan berada pada koridor sasaran inflasi 3,0%±1 persen (yoy).

Dengan kecenderungan lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2021 terutama dipengaruhi oleh potensi kenaikan permintaan bahan makanan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Untuk terkait total realisasi belanja daerah sampai dengan triwulan III 2021,  mencapai 51,85 persen dari pagu anggaran, sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan III 2020 (52,51 persen).

“Realisasi pada APBD Provinsi tercatat 55,46 persen, lebih tinggi dibandingkan realisasi APBD kabupaten/kota yang sebesar 50,68 persen dari pagu anggaran,” ujarnya. (RR)