Jakarta – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengatakan, kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) meningkat, dari rencana 138 sumur yang akan dibor (2017), sekarang sudah dibor sebanyak 40 sumur.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, aktivitas eksplorasi migas tahun ini cendrung lebih baik,” kata Wamen ESDM, di Jakarta, Jumat kemarin.

Namun demikian, kata Arcandra Tahar, masih terdapat beberapa kegiatan yang mengalami penurunan, seperti survey, misalnya.

Menurutnya, kegiatan survey sejak  September 2017, dari rencana 45 kegiatan survei seismik dalam revisi program kerja dan anggaran (work program and budget/WP&B) hanya terealisasi sebanyak 10 kegiatan. “Dan, untuk survei nonseismik dari rencana 16 kegiatan, cuma terealisasi 11 kegiatan,” ujar Arcandra Tahar.

Dari data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) pada 2014, survei seismik 2D mencapai 5.822 kilometer (km), setahun berikutnya turun 3.726 km. Namun, pada 2016 naik lagi jadi 5.421 km.

Sementara, survei seismik 3 D pada 2014 mencapai 8.617 km, di 2015 turun 2.864 km dan naik setahun berikutnya jadi 7.386 km. Kegiatan pengeboran sumur pun mengalami pola yang sama. Di 2014 ada 64 sumur, kemudian turun jadi 33 di 2015 dan naik 34 pada 2016.

Diakuinya, investasi eksplorasi pada blok minyak dan gas bumi turun dalam periode dua tahun terakhir. “Salah satu penyebabnya adalah harga minyak dunia yang masih rendah,” kata Arcandra Tahar. mulkani