Foto Antara

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Jaksa penuntut umum mengungkapkan kalimat yang pertama dilontarkan Bharada Richard Eliezer saat menerima perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Yosua.

Jaksa menyebut pada awalnya, Sambo yang meminta Bripka Ricky Rizal menembak Yosua. Namun Bripka RR tidak berani. Lalu, Sambo akhirnya memerintahkan Bharada E.

“Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu menerima penjelasan saksi Ferdy Sambo kejadian tanggal 7 Juli 2022 di Magelang sebagaimana cerita sepihak dari saksi Putri Candrawathu yang belum pasti kebenarannya dengan mengatakan ‘bahwa waktu di Magelang, ibu Putri Candrawathi dilecehkan oleh Yosua’,” kata jaksa di PN Jaksel, Selasa (18/10/2022).

Bharada E akhirnya bersedia karena merasa empati setelah mendengar pengakuan Putri, yang belum jelas kebenarannya. Ia pun akhirnya bersedia menjalankan tugasnya.

“Selanjutnya saksi Ferdy Sambo mengutarakan niat jahatnya dengan bertanya kepada terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu ‘berani kamu tembak Yosua?’, atas pertanyaan saksi Ferdy Sambo tersebut lalu terdakwa menyatakan kesediaannya ‘siap komandan’,” ungkap jaksa.

Untuk melancarkan aksinya, Ferdy memberikan 1 kotak peluru 9 mm kepada Richard Eliezer. Ketika itu, Putri Candrawathi turut mendampingi Sambo. (ads)