
Kanalnews.co, JAKARTA – Nama Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni mendadak menjadi sorotan setelah muncul dalam daftar yang beredar luas di media sosial terkait dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak tinggal diam, Sumarni langsung membantah keras tudingan tersebut.
Menurutnya, isu yang mengaitkan dirinya dengan kasus yang kini tengah dibongkar Kejaksaan Agung itu sama sekali tidak berdasar. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam praktik korupsi maupun urusan proyek di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam dugaan penyimpangan program MBG maupun aktivitas di lingkungan Badan Gizi Nasional,” kata Sumarni.
Kemunculan namanya dalam daftar viral membuat publik bertanya-tanya. Namun Sumarni menjelaskan hubungan dirinya dengan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, hanya sebatas komunikasi terkait usulan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.
“Saya pernah diminta tolong membantu pembuatan SPPG di lingkungan pondok pesantren wilayah Cirebon. Itu saja, tidak ada yang lain,” ujarnya.
Ia menegaskan pembicaraan yang dilakukan tidak pernah menyentuh urusan proyek, pengadaan, maupun aliran dana. Menurutnya, komunikasi itu murni berkaitan dengan upaya menghadirkan layanan gizi bagi masyarakat.
Bahkan, Sumarni mengaku sempat menghubungi Sony Sonjaya lantaran banyak pihak yang merasa dijanjikan pembangunan SPPG namun realisasinya tak kunjung datang.
“Saya hanya minta penjelasan. Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak bayar dan tidak mendapatkan keuntungan apa pun,” tegasnya.
Kejaksaan Agung saat ini masih mendalami berbagai keterangan dan menelusuri nama-nama yang muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sony Sonjaya yang kini telah berstatus tersangka.
Meski namanya ikut terseret dalam pusaran kasus yang menyita perhatian publik tersebut, Sumarni memastikan dirinya tidak memiliki kaitan dengan dugaan korupsi MBG.
“Enggak benar itu. Saya tidak ada terlibat korupsi di BGN. Saya hanya membantu mengupayakan pendirian SPPG untuk Pondok Pesantren Buntet,” pungkasnya. (pht)

































