Foto Net

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Polri mengungkapkan temuan gas air mata kedaluwarsa di tragedi Kanjuruhan. Namun polisi menyebut efek samping dari gas air mata tersebut sudah menurun.

Isu gas air mata yang digunakan polisi sudah kedaluwarsa pertama kali disampaikan oleh Komnhas HAM. Mereka menyebut gas air mata menjadi penyebab utama meninggalnya 131 orang di Stadion Kanjuruhan.

“Ada beberapa yang ditemukan (kedaluwarsa), ya. Yang tahun 2021 ada beberapa,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (10/10/2022).

Menurutnya saat ini polisi masih mendalami terkait gas kedaluwarsa tersebut. Tapi gas kedaluwarsa tersebut efeknya seharusnya sudah berkurang.

“Saya masih belum tahu jumlahnya. Tapi itu yang masih didalami, tapi ada beberapa. Tapi sebagian besar yang digunakan, ya tiga jenis ini yang digunakan,” ujarnya.

Berdasarkan penyelidikan, ada tiga jenis gas air mata yang biasa digunakan Polri. Sementara yang dipakai di Stadion Kanjuruhan ada 11 amunisi gas air mata dengan tingkatan paling tinggi (berwarna merah) yang digunakan pada Tragedi Kanjuruhan. (ads)