kanalnews.co, Tuban- Jalur pantur Kabupaten Tuban masih menjadi salah satu pilihan bagi pemudik yang akan pulang ke kampung halaman, untuk merayakan hari raya Idul Fitri setelah satu bulan melaksanakan ibadah puasa. Jalur yang membentang di sisi laut Jawa inipun diprediksi akan mengalami peningkatan cukup drastis, menyusul pemberlakuan mudik lebaran oleh pemerintah setelah dua tahun di larang.
Kanit Laka Lantas, Satuan Lalu Lintas Polres Tuban IPTU Eko sulistyono mengatakan warga yang akan mudik dan melintasi Jalur pantura Tuban mewaspadai titik rawan laka lantas di kabupaten Tuban. Jalur tersebut berada di kawasan Jati Peteng, Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Tuban.
“Titik lelah dan rawan kecelakaan di sekitar jati peteng ikut desa Temaji, Kecamatan Jenu, Ini yang harus di waspadai para Pemudik,” ujar Kanit laka, Eko.
Eko menghimbau agar pemudik tidak memaksakan diri jika sudah lelah atau mengantuk saat mengemudi, beristirahat sangat dianjurkan sebelum melanjutkan perjalanan, untuk menghindari kecelakaan akibat turunnya konsentrasi karena lelah dan mengantuk.
“Jangan memaksakan mengemudi kendaraan dalam keadaan lelah dan ngantuk, silahkan beristirahat ditempat yang sudah disediakan untuk pemudik,” himbau Eko.
Adapun Polres Tuban telah menyiapkan sedikitnya empat posko mudik untuk kelancaran selama arus mudik lebaran, pos mudik juga dilengkapi dengan pelayanan untuk memastikan pemudik dapat beristirahat, maupun mendapatkan informasi lain seputar perjalanan menuju kampung halaman.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Yuli Imam Isdarmawan mengungkapkan, seluruh perlengkapan mudik dijalur Pantura Tuban Sudah cukup. Fasilitas pendukung berupa rambu- rambu jalan dan penerangan jalan juga sudah baik terutama di jalan Nasional dan Provinsi.
Untuk jalan Nasional Pantura dari pihak PPK 4.4 Tuban sedang dilaksanakan perawatan Marka jalan mas, untuk PJU kami berkoordinasi dg Bidang PJU agar mengoptimalkan penerangan terutama di jalur Pantura dan provinsi, untuk jalan jalan kabupaten insya Allah rambu rambu sdh cukup,” jelas Imam. (LH).



































