MUI

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara terkait rencana MUI Jakarta yang akan membentuk cyber army. Ia menyebut rencana itu bukan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Tidak ada arahan khusus (membentuk pasukan siber), kami menghormati semuanya. Dan kita sekarang masih terus berjuang melawan pandemi Covid, jangan sampai ada masalah gangguan informasi lain yang tidak baik,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (22/11).

Riza menilai pasukan siber sejatinya bukan sesuatu yang baru dalam sebuah organisasi. Sebab, mereka memiliki tugas khusus di dalamnya.

“Gunakan medsos secara baik, secara bijak, saling menghormati, menghargai, setiap ada informasi kami mengajak untuk diteliti kembali, dicermati kembali, dipastikan lagi informasi dan gunakan informasi yang dapat dipercaya,” ungkapnya.

Riza menilai jika pembentukan pasukan siber MUI Jakarta tak ada hubungannya dengan masalah politik terutama menjelang Pilpres 2024.

“Kita tahu bahwa setiap organisasi punya kewenangan hak masing-masing sesuai AD/ART masing-masing. Jadi kita hormati semua dan semua kita ingin tidak berpolitik praktis,” ungkapnya.

“Pilpres masih lama, pileg masih lama, pilkada masih lama. Sekarang saatnya bersatu padu berkolaborasi bersinergi membangun bangsa negara, khususnya DKI Jakarta,” kata Riza.

Sebelumnya, MUI Jakarta berencana membentuk pasukan siber atau cyber army. Mereka bertugas melawan para pendengung atau buzzer media sosial yang kerap menghantam ulama dan mendiskreditkan umat Islam. (ads)