KANALNEWS.co, Jakarta – Kepala Kontingen (CdM) tim DKI Jakarta pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, Djamhuron P Wibowo menegasakan, DKI Jakarta sudah siap “tempur” dan kesiapan atlet DKI telah mencapai 90 persen.
“Bicara persiapan, saat ini (kontingen DKI) sudah mencapai 90 persen. Sisanya kita tinggal mematangkan mental saja. Secara teknis kita sudah siap. Kita sudah melakukan training center jangka panjang,” ujar Djamhuron, kepada wartawan saat buka pusada bersama dengan wartawan Siwo PWI Jaya di Jakarta, Kamis (23/6/2016).
Selain Djamhuron, acara Press Gathering KONI DKI Jakarta juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Koni DKI Jakarta Hidayat Humaid, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Dinas Olahraga dan Pemuda, Tedi Cahyono dan Ketua Bidang Humas KONI DKI Jakarta yang juga Ketua Siwo PWI Jaya, Hari Bukhari.
Menurut Djamhuron, target DKI Jakarta meraih 195 medali emas masih realistis dengan membawa kontingen sebanyak 615 atlet yang akan berlaga di 57 cabang olahraga.
“Target yang dipasang sebanyak 195 medali emas sampai saat ini kami masih menilai itu realistis. Dari hasil kualifikasi dan latihan saya menilai atlet DKI masih yang terbaik. Atlet kita sudah siap untuk mencapainya itu. Mereka sudah menjalani persiapan sejak lama,” ujarnya.
Djamhuron menambahkan, secara keseluruhan kontingen PON DKI sudah siap tempur berlaga di Tanah Legenda Jawa Barat. Setiap cabor kini sudah memasuki fase latihan kompetisi, sehingga sudah banyak cabor yang melakukan try out atau training camp (TC) ke luar negeri.
“Sementara baru ada sembilan cabang olahraga yang menjalani TC di luar begeri. Ada beberapa lainnya yang akan menyusul. Sedangkan untuk cabang-cabang olahraga yang mendapat kesempatan try out ke luar negeri juga akan berangkat ke berbagai negara yang prestasi cabang olahraganya terbaik untuk meningkatkan prestasi atlet kita,” ucap Djamhuron.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Tedi Cahyono yang akan terus memantau persiapan atlet DKI salah satunya dengan menyelesaikan persoalan peralatan atlet.
“Saya sadar bila peralatan terlambat datang maka sulit untuk adaptasi dengan peralatan baru untuk bertanding. Karena sebagai mantan atlet saya merasakan betul kondisi itu,” katanya.
Tedi berharap tidak ada hal-hal yang menghambat dalam pengadaan peralatan untuk atlet, pasalnya PON kini tinggal bersisa 87 hari lagi. (Herwan)


































