KANALNEWS.co, Jakarta – Mantan Sekretaris Jenderal dan wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie, membantah dirinya telah keluar dari Partai Bintang Mercy itu dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pimpinan Djan Farid.
Ketua DPR RI priode 2009 – 2014 itu menegaskan, tetap istiqomah untuk berada dalam Partai Demokrat, meski diakui sempat diajak untuk bergabung dengan PPP.
“Ada beberapa tawaran kepada saya untuk bergabung ke partai lain, tapi saya ini istiqomah saja di Partai Demokrat,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/12/2015).
“Sejak bergabung ke Demokrat niat saya kan satu saja untuk mengabdi dan saya bukan pemburu jabatan. Jadi ketua DPR pun karena nasib baik saja,” katanya menegaskan.
Ia mengakui bahwa istrinya yang juga anggota DPD dari Sumatera Selatan, Asmawati, telah bergabung ke PPP dan menjabat sebagai wakil ketua umum, namun Ia menegaskan keputusan itu adalah keputusan pribadi dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk hubungan baiknya dengan Ketua Umum PPP pimpinan Djan Faridz.
“Iya memang istri saya bergabung dengan PPP sebagai wakil ketua umum. Itu keputusan pribadi istri saya karena mempertimbangkan berbagai aspek seperti persahabatan yang sudah terjalin sejak lama dengan Ketua Umum PPP Djan Faridz,” ungkapnya.
Menurutnya, pihak Djan Farid sebelumnya telah berkali-kali mengajak istrinya untuk bergabung dengan PPP dan Ia pun akhirnya memberikan keleluasaan bagi sepanjang memang itu merupakan keputusan yang terbaik.
“Jadi ada beberapa orang yang ditawari oleh Djan Faridz, termasuk istri dari mantan wakapolri, ada Dorodjatun. Ketika terakhir ditawarkan pun, jawaban istri tidak tegas mengiyakan. Dia hanya menjawab yah sudah kalau masukan saya (sebagai pengurus), yah masukan lah,” katanya.
Alasan Djan Faridz, menurut Marzuki, adalah dengan pertimbangan dalam merekrut istrinya sebagai anggota PPP. Istrinya memiliki basis massa yang jelas di Sumatera Selatan. Tentunya ini menjadi pertimbangan untuk merekrut istrinya menjadi kader PPP.
“Istri saya itu tiga kali terpilih menjadi anggota DPD RI. Ini kan artinya dia punya basis massa yang jelas. Tentunya ini juga jadi pertimbangan PPP merekrutnya. Jadi anggota DPD itu kan tidak ada bos dan hanya perlu menjaga dan mewakilkan kepentingan konstituennya saja. Ini saya kira akan dipertahankan oleh istri saya,” katanya.
Terkait keabsahan pengangkatan istrinya sebagai wakil ketua umum, Marzuki mengaku tidak mengetahui mekanisme di dalam internal PPP. Meski dirinya tahu bahwa Djan Faridz terpilih bersama formatur dalam muktamar.
“Saya tidak tahu bagaimana mekanisme pergantian kepengurusan di PPP apakah harus melalui rakernas atau tidak. Saya tidak ikut campur,” katanya. (Herwan)







































