KANALNEWS.co, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemepora) berharap Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dapat segera mencabut sanksi yang sudah diberikannya kepada sepak bola Tanah Air menyusul rencana kehadiran delegasi FIFA ke Jakarta pada Oktober mendatang.

“Tentunya kita berharap adanya pencabutan sanksi (dari FIFA),” kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi dikantornya, Selasa (29/9/2015).

Menpora menyadari harapan untuk pencabutan sanksi itu belum tentu bisa dengan mudah terkabul. Namun ia juga sangat berharap agar delegasi FIFA juga melakukan investigasi soal karut marut sepak bola di Tanah Air itu dengan melakukan investigasi soal kondisi sepak bola di Indonesia.

“FIFA harus menginvestigasi itu. (Soal) judi, pengaturan skor, sepak bola gajah di sepak bola kita,” kata Imam lebih lanjut.

Tentunya menurut Imam, hasil pengungkapan kondisi sepak bola di Indonesia oleh FIFA itu bisa jadi pertimbangan untuk pencabutan sanksi.

FIFA menjatuhkan sanksi pada sepak Indonesia dalam rapat Eksecutive Committee (Exco) FIFA di Zurinch, Swiss, Sabtu (30/5), lalu. Sanksi itu memutuskan untuk menangguhkan badan induk sepak bola nasional (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) sampai batas waktu tak ditentukan.

Sanksi berujung pada larangan Tim Nasional (timnas) Indonesia untuk ikut dalam setiap gelaran sepak bola internasional. Baik kejuaran di kawasan Asia maupun dunia. Sanksi tersebut semakin diperparah dengan pembekuan kepengurusan PSSI lewat Surat Keputusan (SK) Menpora 01307. Kondisi tersebut nyaris mematikan sepak bola Indonesia.

Kedatangan delegasi FIFA tersebut diikuti oleh tim dari Federasi Sepak Bola Asia (AFC). Mereka antara lain, Ketua Delegasi FIFA, Kohzo Tashima bersama anggota H.R.H Prince Abdullah. Selain itu, ada juga Mariano Araneta dari AFC. (Herwan)