Foto rht

Kanalnews.co, JAKARTA– Pilkada Serentak 2024 menjadi momen runtuhnya dominasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di beberapa basis massanya. Kekalahan paling telak mungkin dirasakan di Depok.

18 tahun berkuasa di Depok bukan waktu yang sebentar. Setelah memimpin Depok sejak 2006, dominasi itu akhirnya runtuh.

Pasangan Supian Suri-Chandra Rahmansyah yang berhasil mengalahkan pasangan yang diusung PKS Imam Budi Hartono-Ririn Farabi A. Rafiq.

Berdasarkan hasil quick count Voxpol Center Research & Consulting, Imam Imam-Ririn mengumpulkan 46,81 persen suara. Sementara Supian-Chandra meraih 53,19 persen suara.

Diusung oleh PKS, Imam-Ririn yang menawarkan keberlanjutan ternyata tidak berhasil merebut kembali hati warga Depok. Di sisi lain, Supian-Chandra yang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) berjanji akan mengatasi masalah-masalah di Depok membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah penyangga ibu kota Jakarta tersebut.

Kekalahan PKS juga terjadi di Pilgub Jawa Barat. Diusungnya Presiden PKS Ahmad Syaikhu dengan Ilham Habibie tidak mampu mengalahkan paslon Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan.

Syaikhu-Ilham hanya memperoleh 20,07 persen suara pada quick count versi Indikator Politik Indonesia. Sementara itu, Dedi-Erwan meraup 61,16 persen suara.

Padahal, Jawa Barat meraih kursi terbanyak kedua di DPRD Jabar 2024. Mereka meraih 19 kursi.

PKS kembali kalah di basisnya: Jakarta. Sempat mendukung Anies Baswedan, PKS berbelok di tikungan terakhir.

Bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, mereka mengusung Ridwan Kamil dan PKS mendapatkan jatah cawagub dengan menyodorkan Suswono. Alih-alih bisa menang dengan status pemenang di DPRD Jakarta dengan 18 kursi, PKS juga keok di Jakarta.

Bedasarkan Quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga menyebutkan Pramono Anung-Rano lebih unggul. Charta Politika Indonesia misalnya, menyebut Pramono Anung dan Rano Karno unggul dengan 50,15 persen suara.

RK-Suswono mengumpulkan 39,25 persen suara. Dharma Pongrekun dan Kun Wardana meraih 10,6 persen suara. (ads)