
Donald Trump, Sauli Niinisto. President Donald Trump speaks during a meeting with Finnish President Sauli Niinisto in the Oval Office of the White House, in Washington
Trump, Washington, USA – 02 Oct 2019
Kanalnews.co, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang hubungan dagang dengan Korea Selatan. Ia mengumumkan rencana kenaikan tarif impor mobil, produk farmasi, dan kayu asal Negeri Ginseng dari 15% menjadi 25%.
Trump menuding parlemen Korea Selatan sengaja menunda pengesahan kesepakatan dagang yang telah disepakati kedua negara pada tahun lalu. Menurutnya, lambannya persetujuan itu membuat AS tak punya pilihan selain mengambil langkah tegas.
Dampak kebijakan tersebut langsung terasa di pasar. Saham Hyundai Motor merosot lebih dari 4% tak lama setelah pengumuman itu keluar. Hyundai diketahui sebagai eksportir kendaraan terbesar Korea Selatan ke Amerika Serikat. Tekanan juga menimpa anak usahanya, Kia, yang turun hampir 3,5%, serta Hyundai Mobis yang melemah sekitar 5%.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut kesepakatan besar telah dicapai bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada 30 Juli 2025 dan kembali ditegaskan saat kunjungannya ke Korea pada 29 Oktober 2025.
“Presiden Lee dan saya sudah mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua negara. Tapi sampai sekarang, mengapa parlemen Korea belum juga menyetujuinya?” tulis Trump, dikutip dari CNBC, Selasa (27/1/2026).
Trump menegaskan, karena parlemen Korea Selatan belum mengesahkan perjanjian dagang tersebut, AS akan menaikkan tarif impor untuk mobil, kayu, farmasi, dan seluruh tarif timbal balik lainnya dari 15% menjadi 25%.
Di sisi lain, Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah AS terkait kenaikan tarif itu. Pemerintah Seoul juga menyebut para penasihat presiden akan segera menggelar rapat dengan kementerian terkait untuk merumuskan respons atas kebijakan Trump.
Sebagai salah satu mitra dagang utama AS, Korea Selatan memiliki posisi strategis. Data Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat mencatat, sepanjang 2024 AS mengimpor barang dari Korea Selatan senilai US$ 131,6 miliar. Langkah Trump ini pun berpotensi memperuncing tensi dagang kedua negara. (ads)



































