
Kanalnews.co, JAKARTA- Pemkot Depok mulai mematangkan rencana penghilangan perlintasan sebidang KA di Citayam dengan menyiapkan dana besar untuk tahap awal. Anggaran sebesar Rp 80 miliar disiapkan khusus untuk pembebasan lahan proyek underpass yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
Wali Kota Depok Supian Suri menyebut proyek ini tak bisa dikerjakan sendiri. Pasalnya, ruas jalan di Citayam merupakan jalur penghubung strategis antara Depok dan Kabupaten Bogor sehingga membutuhkan kolaborasi lintas daerah.
“Pembebasan lahannya kita kerjakan bersama Kabupaten Bogor. Mereka juga sudah menyatakan komitmen menyiapkan anggaran dengan nilai yang kurang lebih sama,” kata Supian.
Setelah tahap pembebasan lahan rampung, Pemprov Jawa Barat diharapkan mengambil peran dalam pembangunan fisik underpass. Supian menyebut kebutuhan anggaran konstruksi mencapai hampir Rp 200 miliar dan ditujukan untuk memutus salah satu titik kemacetan terparah di selatan Depok.
Menurutnya, solusi berupa underpass sudah tidak bisa ditunda lagi mengingat padatnya lalu lintas dan tingginya frekuensi perjalanan KRL di lintasan tersebut. Dalam hitungannya, kereta melintas hampir setiap tiga menit sehingga kendaraan kerap tertahan lama di perlintasan sebidang.
“Tanpa underpass atau flyover, kemacetan di Citayam akan sulit terurai,” ujarnya.
Keberadaan underpass nantinya diharapkan memberi kepastian waktu tempuh bagi pengendara sekaligus mempermudah akses kendaraan darurat yang selama ini sering terhambat palang pintu kereta.
Supian menambahkan, sebagian besar titik rawan di jalur utara-selatan Depok sudah ditangani lewat pembangunan bundaran, flyover, hingga underpass. Citayam kini menjadi satu-satunya simpul utama yang masih memotong jalur kereta api secara langsung.
“PR kita tinggal Citayam. Kalau ini selesai, arus lalu lintas akan jauh lebih lancar,” pungkasnya. (ads)



































