Foto Antara

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Mimpi kereta cepat melaju dari Jakarta hingga Surabaya belum bisa dikebut dalam waktu dekat. Pemerintah memilih mengerem sejenak, lantaran pekerjaan rumah besar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh masih harus dirapikan, terutama soal keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan restrukturisasi keuangan KCJB berjalan tuntas dan berkelanjutan sebelum berbicara soal perpanjangan jalur ke Jawa Timur.

“Intinya, kita terus mengawal proses restrukturisasi keuangan KCJB. Ini tidak bisa instan, perlu waktu dan kehati-hatian,” kata AHY usai menghadiri Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

AHY mengaku upaya merapikan keuangan Whoosh melibatkan banyak pihak lintas kementerian. Ia mengaku sudah duduk bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, hingga jajaran PT KAI.

Tak hanya itu, pemerintah juga masih membuka jalur komunikasi dengan mitra dari China untuk mencari skema penyelesaian terbaik.

“Semangatnya sama, cari solusi yang paling realistis dan berjangka panjang,” ujarnya.

AHY menilai, tanpa fondasi keuangan yang kuat, rencana memperpanjang kereta cepat hingga Surabaya berisiko menemui hambatan di tengah jalan. Padahal, proyek tersebut digadang-gadang bisa menjadi game changer bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa.

“Kita ingin proyek strategis seperti ini bukan hanya berjalan, tapi juga sehat dan berkelanjutan. Banyak harapan agar kereta cepat tak berhenti di Bandung, tapi bisa tembus sampai Surabaya,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah memang masih meramu formula terbaik untuk menyelesaikan utang KCJB. AHY bahkan sempat bertemu langsung dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada Januari lalu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, guna membahas peran negara dalam restrukturisasi keuangan proyek tersebut. (ads)