KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi merealisasikan janjinya memberikan tunjangan jaminan hari tua bagi atlet olimpiade dan paralimpiade yang telah menunjukan dedikasinya untuk negara dengan mempersembahkan medali bagi Merah Putih.

“Saya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pemberian bonus untuk atlet ASEAN Para Games yang seharusnya diberikan pada bulan Desember 2015. Hal itu semata-semata karena adanya kendala administrasi dan restrukturisasi yang baru selesai di Kemenpora,” ujar Imam Nahrawi dalam sambutannya di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Menurut Menpora, Negara harus selalu hadir bagi kepentingan atlet berprestasi, dan hal itu diimplementasikan melalui apresiasi pada para atlet baik melalui bonus dan jaminan hari tua dan selain itu dia juga meminta masyarakat Indonesia untuk mendoakan agar kontingen Indonesia dapat meraih medali emas pada Olimpiade  2016.

“Kita doakan Atlet yang mewakili Indonesia berlaga di Olimpiade Rio mampu meraih medali emas,” kata Menpora.

Atlet yang memperoleh tunjangan tersebut adalah yang memperoleh medali emas, perak dan perunggu, sedangkan yang lainnya belum difasilitasi, selain itu mengengai hak kaum difabel menurutnya sama dengan yang lainnya, tidak ada yang dibedakan, baik dalam kompetisi olahraga.

Pemberian Tunjangan Jaminan Hari Tua kepada atlet ini bertujuan sebagai bentuk pengakuan, pengesahan, dan penghormatan atas partisipasi, prestasi serta jasa-jasa yang telah ditunjukan baik secara perorangan maupun kelompok, dengan harapan agar mereka yang berprestasi di bidang olahraga tersebut dapat lebih bergairah dan terus meningkat prestasinya.

Kemudian memberikan apresiasi dan penghargaan sesuai amanat Undang-Undang berupa pemberian penghargaan/apresiasi olahragawan peraih medali dan pelatih/asisten pelatih berprestasi pada ajang multi event internasional dan meningkatkan motivasi para pelaku olahraga agar dapat meningkatkan prestasi olahraganya, meningkatkan pelaksanaan pembinaan di masa mendatang, sehingga prestasi olahraga terus meningkat yang melahirkan olahragawan-olahragawan dan pelatih baru yang berprestasi.

Dan tujuan lainnya adalah memberdayakan dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam menunjang program/kegiatan Kementerian Pemuda dan Olahraga khususnya dalam bidang penghargaan terhadap pelaku olahraga berprestasi, sehingga masyarakat tidak lagi melarang anak-anaknya untuk menjadi olahragawan.

Adapun penghargaan kali ini diperuntukkan bagi pelatih, dan asisten pelatih peraih medali pada Ajang ASEAN Para Games Ke-8 di Singapura Tahun 2015 lalu.

Sebanyak 137 olahragawan menerima bonus dan tunjangan. Untuk medali emas/juara I perorangan mendapat Rp 200.000.000 untuk setiap medali yang diperolehnya. Kemudian, medali perak/juara ll Rp. 80.000.000 untuk setiap medali yang diperolehnya. Medali Perunggu Rp 40.000.000. Untuk kategori beregu Rp100.000.000 tiap orang bagi medali emas. Kemudian Rp 40.000.000 untuk medali perunggu dan Rp20.000.000 untuk perak.

Kemudian 37 atlet olimpiad/paralimpiade peraih medali juga memperoleh tunjangan jaminan hari tua dengan rincian sebagai berikut: Peraih medali emas olimpiade/paralimpiade sebesar @ Rp 240.000.000, kemudian peraih medali perak olimpiade/paralimpiade, sebesar @ Rp 180.000.000 dan peraih medali perunggu olimpiade/paralimpiade, sebesar @ Rp 120.000.000.

Menpora menjanjikan akan memeberikan bonus berlipat bagi peraih medali emas olimpiade Rio, pasalnya penurunan perolehan medali emas kontingen Indonesia berkurang drastis. Pada Olimpiade Barcelona Indonesia meraih dua keping emas melalui Alan Budkusuma dan Susi Susanti dari nomor tunggal putra dan putri. Sementara pada olimpiade London kontingen Indonesia hanya memperoleh 1 perak dan 1 perunggu.

“Jika sebelumnya peraih medali emas hanya memperoleh bonus sebesar Rp 1 milyar, mulai Olimpiade tahun 2016 kami siapkan bonus yang jauh lebih besar,” janji Menpora. (Herwan)