
Kanalnews.co, JAKARTA– Menpora RI Zainudin Amali memimpin rapat bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Direktur Utama (Dirut) PT LIB, Akhmad Hadian Lukita di kantor Kemenpora, Senin (6/12) pagi. Rapat ini membahas terkait persiapan uji coba adanya penonton dalam penyelenggaraan Liga Sepakbola di Indonesia.
“Kami baru saja membahas tentang persiapan kompetisi Sepakbola yang akan dimulai dengan ada penonton. Karena ini merupakan tahap awal maka ini akan dilakukan uji coba terlebih dahulu,” kata Menpora Amali.
Menpora Amali menegaskan, pada tahapan awal ini bentuknya undangan kepada para klub dan jumlahnya terbatas. Selanjutnya, ia akan melakukan komunikasi dengan beberapa pihak terkait.
“Yang kita lakukan hari ini adalah diskusi persiapan, nanti beberapa hari kedepan saya akan mengundang lagi rapat dari pihak Kepolisian, BNPB, Satgas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan. Dan tentu kita koordinasikan dengan penanggungjawab PPKM wilayah Jawa dan Bali karena ini kan dilakukan di pulau Jawa,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memaparkan, ujicoba penonton akan dilakukan pada pertandingan 8 besar Liga 2. Laga tersebut akan digelar di Stadion Pakansari Bogor dan Stadion Wibawa Mukti Bekasi pada tanggal 15 Desember mendatang.
“Tentunya ini baru perencanaan tiket tidak dijual dulu kepada umum. Karena kita akan mencoba mematchkan dulu rencana kita terhadap apa yang ada di stadion. Rencananya kita akan undang beberapa klub untuk bisa masuk stadion yang tentunya nanti kita batasi,” katanya.
Dalam aturan terkait penonton di tengah pandemi memungkinkan 5 persen atau 5 ribu penonton. Namun, Eks Kapolda Metro Jaya itu menegaskan untuk sementara jumlah tidak sebanyak itu.
“Nanti kita akan melihat bagaimana penerapan dengan penonton di dalam stadion dalam situasi covid ini. Uji coba ini seperti waktu kemarin kita menjelang liga, tapi ada uji coba pramusim atau Piala Menpora. Sehingga pas Piala Menpora berhasil, berjalan sukses, lancar, kita lakukan pertandingan Liga 1 dan Liga 2 ini,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menyebut pihaknya hanya bertanggungjawab dengan penonton yang ada di dalam stadion. Sementara di luar stadion nantinya akan menjadi tanggungjawab dari aparat kepolisian.
“Hal-hal lain berkaitan dengan tentunya selain antigen, kita akan bicarakan. Federasi akan meminta kalau berkenan bila perlu ini bisa diakomodir oleh Kementerian Kesehatan lebih baik, karena kita ingin yang masuk ke sana itu harus swab dan antigen seperti halnya para pemain yang masuk,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dirut LIB Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan bahwa uji coba ini nantinya untuk mendapatkan SOP terkait penonton mengingat masih dalam kondisi pandemi. Ia pun mengingatkan pesan Menpora Amali agar kesehatan masyarakat menjadi prioritas dan tetap dijalankan protokol kesehatan yang ketat.
Oleh karena itu, LIB sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi seperti membuat aturan keluar masuk penonton. Selain itu, ia akan membuat jarak antara 1 pertandingan dan pertandingan yang lainnya.
“Karena jangan sampai nanti ada satu benturan, harus ada yang masuk keluar karena bagaimanapun ini menjadi pertimbangan utama. Jangan sampai ada kerumunan di stadion yang mengakibatkan ada satu hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya. (ads)


































