KANALNEWS.co – Madrid, Barcelona melewatkan kesempatan untuk menyamai start terbaik yang pernah mereka lakukan di musim kompetisi Liga Spanyol, saat melawat ke markas Osasuna pasukan Gerardo Martino itu untuk pertama kalinya harus kehilangan nilai maksimal setelah hanya bermain imbang 0-0 Sabtu (19/10) malam.
Pemain terbaik dunia Lionel Messi yang dijadikan pemain pengganti gagal membantu timnya memaksimalkan dominasi mereka pada babak pertama ketika tandukan Marc Bartra menjadi satu-satunya ancaman serius mereka ke gawang lawan.
Neymar dan Cesc Fabregas kemudian menyia-nyiakan peluang bagus untuk membawa Barca unggul pada awal babak kedua, sebelum Messi akhirnya dimainkan pada fase akhir pertandingan. Pemain Argentina itu gagal membuka kunci ketika Osasuna mampu bertahan dengan baik dan mencegah Barca mencetak gol di liga untuk pertama kalinya sejak Januari 2012.
“Dengan penampilan tim dan peluang-peluang yang kami miliki, biasanya itu akan cukup bagi Barcelona untuk menang namun hari ini itu tidak terjadi,” tutur pelatih Barca Gerardo Martino.
“Saya sangat tenang mengenai penampilan tim, khususnya karena Osasuna merupakan tim yang mampu mengakibatkan kerusakan di stadion mereka sendiri dan kami tidak menderita sama sekali di sektor pertahanan,” katanya.
Martino memutuskan untuk memainkan kapten Carlos Puyol sejak awal setelah ia absen selama tujuh bulan karena operasi lutut, namun ia membangku cadangkan Messi yang baru pulih dari cedera paha.
“Tentu saja, kami berusaha memenangi pertandingan ketika Leo dimasukkan, namun terlepas dari hasil, apakah Barcelona menang atau kalah, kami selalu melihat Leo bermain selama 20-25 menit,” kata sang pelatih.
Peluang terbaik Barca pada babak pertama didapat dari situasi bola mati ketika tandukan Bartra yang berada dalam posisi tidak terkawal dari tendangan sudut Xavi menjelang turun minum. Neymar hanya terpisah beberapa inci dari memecah kebuntuan sembilan menit setelah babak kedua dimulai, namun ia tidak dapat menjangkau umpan silang mendatar Martin Montoya.
Sepakan Fabregas kemudian melambung setelah ia mendapat umpan sempurna dari Xavi. Dengan kondisi-kondisi di mana peluang mulai berdatangan, Martino memasukkan Messi 22 menit menjelang pertandingan usai untuk menggantikan Xavi.
Pemain Argentina ini melepaskan tembakan melebar melalui upaya pertamanya saat pertandingan tinggal menyisakan 12 menit, namun Barca gagal menciptakan peluang bersih lainnya dan harus puas dengan hasil imbang.
Satu angka sudah cukup untuk mendudukkan pasukan Martino ke puncak klasemen karena Aletico Madrid juga gagal mempertahankan rekor 100 persen mereka akibat menelan kekalahan 0-1 saat melawat ke Espanyol.
Gol bunuh diri Thibaut Courtois di menit kesepuluh setelah turun minum membuat pasukan Javier Aguirre mendapatkan tiga angka dari klub lamanya untuk membuat Atletico tertinggal satu angka dari Barca di peringkat kedua. (HER)


































