KANALNEWS.co, Jakarta – Pelatih Bayern Muenchen, Josep Guardiola mengakui anak asuhnya memulai laga leg pertama babak semifinal Liga Champions dengan buruk serta lambat yang menyebabkan pimpinan klasemen Bundesliga itu harus menerima pil pahit setelah kalah 0-1 dari tuan rumah Atletico Madrid pada laga yang berlangsung di Vicente Calderon Madrid, Kamis (28/4/2016) WIB.
“Secara keseluruhan, itu adalah pertandingan yang bagus namun kami memulainya dengan buruk,” kata Guardiola kepada UEFA usai pertandingan, Kamis.
“Gol mereka adalah konsekuensi dari cara bermain kami yang lambat. Kami tidak menang bahkan dalam satu pertempuran. Ini tidak mudah. Itu tidak menyulitkan mereka untuk mencetak gol,” tambah bekas pelatih Barcelona itu.
Pelatih yang akan membesut klub liga Inggris Manchester City pada musim depan itu membeberkan bahwa timnya harus mengubah permainan dengan tempo cepat pada leg kedua yang akan berlangsung di Allianz Arena untuk mengejar defisit satu gol.
“Kami harus bermain dengan kecepatan yang berbeda di leg kedua,” kata dia.
“Gol mereka brilian, tapi itu datang dari kesalahan kami. Saya tidak senang dengan cara kami bermain. Jika kami membiarkan mereka berlari dan mendapatkan pelanggaran maka itu akan menyulitkan. Ini bukan hasil yang baik,” jelas Guardiola.
Penjaga gawang Bayern Muenchen Manuel Nauer mengatakan timnya tidak dalam kondisi terbaik sehingga tidak berdaya di hadapan Atletico Madrid pada babak pertama.
“Kami tidak dalam kondisi terbaik di babak pertama. Kami lebih agresif dan berani di babak kedua. Kami membiarkan Saul terlalu dekat dengan gawang. Kami harus menerima disalahkan. Namun, ia memanfaatkannya dengan sangat baik,” kata Neuer.
Bayern Muenchen akan kembali bertarung melawan Atletico Madrid di Allianz Arena, Jerman, pada pekan depan. (Herwan)




































