KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan olahragawan yang mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama bangsa dikancah internasional layak disebut sebagai pahlawan.

“Memang belum ada pahlawan nasional yang berlatar belakang olahragawan. Akan tetapi olahraga mempunyai cerita kepahlawanan sendiri. Mereka adalah para juara yang pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” kata Menpora Imam Nahrawi dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (9/11/2015) malam.

Orang nomor satu di Kemenpora itu menambahkan, olahragawan yang sukses berprestasi dikancah internasional dipastikan akan mampu mengibarkan bendera Merah Putih ke tiang tertinggi dan diiringi lagu Indonesia Raya. Hal ini dipastikan menjadi sebuah kebanggaan bagi diri olahragawan maupun bangsa dan negara.

Menpora mengakui tidak banyak olahragawan Indonesia yang mampu bersinar di dunia. Namun, ada beberapa nama yang mampu memberikan kejutan seperti Rudy Hartono yang mampu meraih delapan kali juara All England. Begitu juga dengan Elyas Pical dan Chris John yang mampu menjadi juara dunia tinju.

Selain itu, Srikandi panahan Indonesia yang mempersembahkan medali olimpiade bagi Indonesia juga pantas diberikan penghargaan. Begitu juga dengan Susi Susanti yang mampu meraih emas pertama Indonesia pada Olimpiade 1992 di Barcelona.

“Melalui Susi Susanti akhirnya untuk pertama kalinya Indonesia bisa sejajar dengan negara lain yang pernah menjadi juara di kancah olimpiade,” katanya lebih lanjut.

Pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Kemenpora membangkitkan wacana kepahlawanan dalam bentuk kampanye “Pahlawan Olahraga” bahwa siapapun yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa melalui olahraga pantas mendapatkan penghormatan sebagai pahlawan.

Salah satu olahragawan yang patut dipilih sebagai role model adalah Susi Susanti. Istri dari Alan Budikusuma dinilai menjadi tonggak sejarah olahraga Indonesia setelah mampu mempersembahkan medali emas Olimpiade 1992. Apalagi perjuangannya cukup melelahkan usai bertarung tiga game melawan Bang Soo-Hyun.

Kemenangan ini mampu membawa bendera Merah Putih berkibar dan diiringi lagu Indonesia Raya. Bahkan, kemenangan itu membuat masyarakat Indonesia yang melihat melalui televisi merasakan energi yang sama berikut keharuan yang membanggakan dan suka cita sebagai sebuah bangsa.

“Susi Susanti,patut diteladani karena momen Olimpiade 1992 telah menjadi memori kolektif bangsa Indonesia,” tukasnya.

Pada potret Susi dinilai telah menemukan kembali tekad dan semangat baja yang dulu pernah menggerakkan Arek-Arek Suroboyo untuk berjuang hingga titik darah penghabisan. (Herwan)