
Kanalnews.co, JAKARTA- The Jakmania meminta duel Persija Jakarta kontra Persib Bandung tidak keluar dari Jakarta. Bagi kelompok suporter Macan Kemayoran itu, lokasi pertandingan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Kekhawatiran muncul karena masih banyak anggota The Jakmania yang tinggal di luar Jakarta, terutama di Jawa Barat dan Banten. Jika pertandingan dipindahkan ke daerah, mereka dikhawatirkan berpapasan dengan suporter Persib dalam jumlah besar.
Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, menyebut potensi penumpukan massa di suatu wilayah harus dihindari. Terlebih, rivalitas Persija dan Persib membuat pertandingan tersebut memiliki tingkat tensi yang tinggi.
“Yang namanya teman-teman The Jakmania di outsider itu harus dimobilisasi ke Jakarta demi keamanan dan kenyamanan mereka. Kenapa? Supaya tidak ada penumpukan massa dari kedua belah pihak di kota tersebut,” kata Adit di Jakarta.
Untuk itu, The Jakmania mendorong agar Persija tetap menjamu Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9). Pertandingan tersebut merupakan laga pekan kedua Super League 2026/2027.
Adit menilai tidak ada alasan kuat untuk memindahkan pertandingan jika persoalannya adalah keamanan. Ia menunjuk sejumlah laga kandang Persija di Jakarta pada musim sebelumnya yang berlangsung tanpa persoalan besar.
Bahkan, beberapa kelompok suporter tamu seperti Aremania, Bonek, Brajamusti dan Laskar Benteng Viola pernah datang ke Jakarta untuk mendukung tim mereka ketika menghadapi Persija.
“Kami sebenarnya sudah aman selama ini. Ketika musim lalu kan enggak ada masalah keamanan di kandang Persija,” ujarnya.
Menurut Adit, bermain di Jakarta juga membuat pengamanan suporter lebih mudah dilakukan. The Jakmania dapat mengarahkan anggota mereka yang berada di luar kota untuk berkumpul di ibu kota sehingga tidak terjadi pertemuan massa suporter di wilayah lain.
“Ini pertandingan kandang pertama, sudah seharusnya main di Jakarta. Itu paling ideal,” tutur Adit.
Dia pun berharap kepolisian memberikan izin agar pertandingan tetap berlangsung di SUGBK sesuai jadwal. Bagi The Jakmania, mempertahankan laga di Jakarta bukan hanya soal keuntungan sebagai tuan rumah, tetapi juga bagian dari upaya mencegah potensi gesekan di daerah.
“Jadi ya seharusnya main di Jakarta itu sudah harus, kudu, dan wajib,” tegasnya. (sis)


































