Foto Antara

Kanalnews.co, JAKARTA- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan dampak besar. Tak hanya merusak ratusan bangunan, bencana tersebut juga mengganggu sejumlah bandara dan memicu longsoran di beberapa ruas jalan nasional.

Kementerian Perhubungan mencatat lima bandar udara terdampak gempa. Kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, hingga sejumlah fasilitas pendukung.

Salah satu yang mengalami dampak cukup serius adalah Bandar Udara Soa-Bajawa. Berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway serta sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung. Retakan baru juga ditemukan di beberapa titik.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan kondisi personel pelayanan navigasi penerbangan di wilayah terdampak tetap aman.

“Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat,” kata Lukman dalam keterangan resmi, Sabtu (15/8).

Lima bandara yang terdampak yakni:

Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo;

Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman – Ende;

Bandar Udara Umbu Mehang Kunda – Waingapu;

Bandar Udara Frans Sales Lega – Ruteng; dan

Bandar Udara Soa – Bajawa.

Guncangan juga berdampak pada jalur transportasi darat. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT menemukan longsoran di sejumlah titik ruas jalan.

Tiga lokasi yang dilaporkan terdampak antara lain Ruteng-Km 210 dengan tiga titik longsoran, Km 210-Batas Kabupaten Manggarai satu titik, serta Aegela-Batas Kota Ende dengan delapan titik.

Untuk memastikan akses tetap dapat dilalui, sejumlah alat berat seperti loader dan excavator telah dikerahkan ke lokasi penanganan.

Di tengah kerusakan infrastruktur tersebut, jumlah korban jiwa terus menjadi perhatian utama. Data sementara BNPB hingga Sabtu pukul 18.48 WIB mencatat 47 orang meninggal dunia.

Korban terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 24 orang, disusul Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.

Dampak gempa juga menghantam ratusan rumah warga. Hingga Sabtu pukul 17.00 WIB, BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah mengalami kerusakan ringan.

Sejumlah fasilitas publik turut terdampak, terdiri dari 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Dengan korban jiwa mencapai 47 orang dan kerusakan meluas hingga sektor transportasi udara serta jalan nasional, proses penanganan dan pemulihan pascagempa di NTT masih terus dilakukan. (ads)