KANALNEWS.co, Jakarta – Mantan pelatih tim nasional (timnas) senior Indonesia, Aji Santoso, dikenakan sanksi oleh Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA berupa hukuman tidak bisa mendampingi timnas selama empat pertandingan dan juga denda sebesar 6000 franc Swiss. Sanksi itu keluar setelah Aji terbukti melontarkan perkataan yang menuding wasit mengenai adanya permainan uang di laga antara Bahrain melawan Indonesia, di Manama, Bahrain, 29 Februari 2012 silam dalam babak Kualifikasi Piala Dunia 2014. Dalam laga itu, Indonesia dikalahkan 0-10.

“Aji Santoso terbukti melanggar pasal 48 kode disiplin FIFA, tentang pernyataan menyerang perangkat pertandingan,” terang FIFA di dalam surat tertanggal 30 Maret 2012 yang dikirimkan ke PSSI pada Senin (16/4) malam kemarin.

FIFA sendiri tidak sembarangan dalam memberikan sanksi tersebut, karena FIFA sendiri juga telah melakukan pemeriksaan terhadap wasit asal Lebanon, Andre Al-Haddad yang memimpin pertandingan Bahrain kontra Indonesia itu. Selain itu pemeriksaan juga dilakukan kepada Komisioner pertandingan, Manirul Islam. Dari pemeriksaan yang dilakukan pada 5 Maret itu, Aji terbukti melontarkan kalimat yang menyerang perangkat pertandingan.

“Saat itu, asisten wasit, Birak Ziad yang memberitahu wasit Andre Haddad bahwa Aji telah mengeluarkan pernyataan yang menyerang, sehingga kemudian Aji dikartumerahkan,” ujar pernyataan FIFA itu.

Sementara itu Aji Santoso sendiri mengaku pasrah dan berbesar hati atas dijatuhinya sanksi dari FIFA tersebut. “Kalau itu sudah menjadi keputusan FIFA dengan jiwa yang besar saya terima. Yang penting bagi saya bisa mengambil pelajaran dari kejadian di Bahrain, ujar Aji saat dihubungi wartawan, Selasa (17/4) kemarin.

Sejauh ini pelatih yang saat ini menangani timnas Indonesia U23 ini masih belum memiliki niat untuk banding terhadap putusan FIFA. “Itu nanti  tergantung dari pengurus, kalau pengurus banding saya oke, tidak banding pun, tidak ada masalah bagi saya,” ujarnya.

Soal denda yang harus dibayar, kisarannya sekitar Rp 60 juta, Aji berharap kebijaksanaan PSSI. “Belum ada konfirmasi dari pengurus, mudah-mudahaan pengurus memberikan kebijaksanaan, tapi kan belum tahu pasti,” katanya.

Mengenai tudingan FIFA terhadap dirinya bahwa dirinya telah mengeluarkan komentar yang mengatakan adanya permainan uang dalam pertandingan tersebutm pelatih asal Malang ini membantahnya. “Saya hanya mengatakan apakah ada uang di sini kepada hakim garis,” ujar yang saat menjadi pemain dibesarkan klub Arema Malang ini. Ranoe Nirawan