KANALNEWS.co, Jakarta – Presiden Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir mendukung penuh langkah PT Pulomas Jaya untuk membangun arena equestrian yang tak hanya akan digunakan oleh para atlet berkuda di Indonesia tapi juga masyarakat umum nantinya bisa menggunakan kawasan tersebut sebagai lahan hijau.

“Jadi ada tiga tujuan di AsianĀ  Games 2018, sukses prestasi, administrasi, penyelenggaraan, dan ekonomi kerakyatan. Arena equestrian juga akan jadi lahan terbuka hijau. Di sini, masyarakat bisa menikmatinya sebagai arena rekreasi. Ada manfaatnya,” kata Erick dan rombongan Inasgoc saat berkunjung ke venus equesterian di Pulomas Jakarta, Senin (17/10/2016).

Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade itu juga menegaskan juga akan mendukung langkap PT Pulomas untuk mempercepat pembangunan venues Asian Games itu.

“Jadi siapa yang menghambat harus diproses, ke polisi, kejaksaan, bahkan KPK,” tegas Erick.

PT Pulomas Jaya selaku pengembang kawasan Pulomas Jakarta Timur mengaku mulai gerah dengan terhambatnya proyek pembangunan arena equesterian di bekas lahan pacuan kuda terbesar yang dibangun pada era Presiden Soekarno itu yang terkendala dengan kuda-kuda milik Pengprov Pordasi DKI Jakarta.

Selaku pengelola lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Pulomas bertanggung jawab dengan suksesnya event multi nasional Asian Games 2018 di lahan yang akan dijadikan sebagai salah satu arena pertandingan pesta olahraga terbesar di Asia itu.

Direktur Utama Pulomas Jaya, Landy Rezaldi mengakui dengan situasi yang tidak menguntungkan itu tentunya akan menghambat proyek pembangunan arena equestrian dan sebagai salah satu caranya adalah menyiapkan langkah hukum untuk menyelesaikan permasalahan dengan Pengprov Pordasi DKI Jakarta yang diketuai oleh Alex Asmasoebrata.

“Ada pihak-pihak yang terkesan menghambat proses pembangunan. Bukannya menantang, kami akan proses masalah ini ke ranah hukum. Sebab, tanggung jawabnya ke negara dan rakyat,” kata Landy.

Beberapa kuda yang dimiliki oleh Pordasi DKI Jakarta dan pihak luar masih berada dilahan Pulomas dan pengembang meminta agar Pordasi DKI segera memindahkan kuda-kuda tersebut. Pordasi DKI sebelumnya sempat meminta perpanjangan waktu kepada pihak pengembang terkait pemindahan kuda-kuda milik mereka, hal itu terkait dengan persiapan Pordasi DKI dalam menghadapi PON 2016, Jawa Barat.

“Kami memberikan waktu hingga 30 September 2016 agar kudanya bisa dipindahkan, tapi hingga sekarang, kuda-kuda tersebut nyatanya masih ada di Pulomas,” kata Landy.

Saat ini, pengerjaan arena equestrian masih dalam tahap flooring. Pihak pengembang masih melakukan pemerataan tanah untuk selanjutnya dilakukan proses penanaman fondasi dan rencananya ada lima lapangan yang akan dan satu lapangan utama.

Pembangunan arena berkuda untuk Asian Games 2018 ditargetkan tuntas Desember 2017 karena cabang olahraga ini merupakan salah satu dari 10 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada laga uji coba dan hingga kini progres pembangunan baru lima persen karena baru dimulai Juni lalu.

Selain mengunjungi venus equesterian, rombongan Inasgoc Asian Games sebelumnya juga mengunjungi Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat dan veldrome Rawamangun Jakarta Timur. (Herwan)