KANALNEWS. co – Amsterdam, Benfica maupun Chelsea sama-sama terdepak dari Liga Champions, kemudian kedua tim kini melambungkan asa dengan gagah berani berduel di final Liga Europa di Amsterdam Arena, Belanda, yang disiarkan oleh SCTV pada Rabu waktu setempat atau Kamis (16/5/2013) dinihari WIB.

Benitez paham bahwa sebuah hukum besi sepak bola berlaku bahwa gagal membuahkan kejayaan bagi tim lainnya. Chelsea gagal merenggut juara pada  final Piala Dunia Antarklub, kemudian gagal di Piala Liga dan berlanjut di Piala FA, dan harus angkat koper lebih awal di Liga Champions dengan status juara bertahan. Chelsea menjadi “bukan siapa-siapa” di tengah sirkuit perebutan gelar Liga Inggris (Premier League).

Saatnya, bagi Benitez mencuci nama dengan mendulang sukses di Liga Europa dengan mengalahkan Benfica, sebagaimana dikutip dari situs BBC.

Pelatih asal Spanyol itu terlanjur tidak populer di mata fans The Blues sejak menggantikan Roberto Mancini pada November. Kini saatnya ia memboyong trofi Europa ke Stamford Bridge, sebelum meninggalkan klub itu.

“Saya ingin menang dan jika saya memang menang maka saya boleh berbangga karena telah bekerja keras dalam situasi yang relatif sulit,” katanya.

“Bagi saya, senantiasa penting memenangi banyak trofi, dan bekerja bersungguh-sungguh. Orang bakal mengarahkan pandangannya ke arah panggung kompetisi ini kemudian menilai apakah kami telah bekerja dan beroleh hasil memuaskan,” katanya.

Jarum jam asa Benitez sedang meninggi untuk memenangi laga melawan Benfica. “Saya bekerja untuk Chelsea dan saya mencoba sebaik mungkin  melakoni setiap pertandingan dan setiap sesi latihan. Saya akan berusaha menang sampai akhir.”

Bagaimana  dengan kesipan pasukan Benitez? Eden Hazard bakal absen dalam laga ini karena masih dibekap cedera hamstring ketika Chelsea meladeni Aston Villa pada Sabtu.

Sementara, John Terry masih diragukan dapat turun karena masih dalam masa pemulihan dari cedera engkel ketika berlaga dalam laga yang sama.

Terry terlihat hanya berlari satu putaran lapangan ketika menjalani sesi latihan di Amsterdam Arena sebelum kembali ke ruang ganti.

Sedangkan Frank Lampard siap bertanding setelah mengukir prestasi gemilang dengan menjadi pencetak gol terbanyak dalam lintas sejarah Chelsea. Ia telah menjaringkan sebanyak 203 gol ketika The Blues menang 2-1 atas Villa.

Sementara, pelatih Benfica Jorge Jesus melambungkan rasa percaya diri lantaran timnya tengah meniti jalan terjal. Klub asal Portugal itu baru saja keok 1-2 dari Porto di ajang Liga Portugal. Klub ini kini bertengger di peringkat kedua, tertinggal satu poin dari Porto, dengan satu laga tersisa.

“Ini laga penting. Para pemain, sangat, sangat termotivasi. Mereka ingin meraih prestasi menjulang. Ini pertandingan yang penting dalam perjalanan karier saya di sepak bola,” katanya sebagaimana dikutip dari situs UEFA.

Jesus memompa semangat anak asuhannya dengan mengutarakan nukilan sejaran Benfica manakala masih diperkuat oleh legenda sepak bola Eusebio. Waktu itu Benfica mengalahkan Real Madrid 5-3. Musim sebelumnya, Benfica memukul Barcelona 3-2 di final piala Champions di Bern, Swiss.

“Benfica pernah menjadi tim yang bersinar dalam kurun 1960 dan 1970an,” kata Jesus. “Meski waktu dan tantangannya berbeda tapi kami berusaha meraih kejayaan masa itu. Kami akan disandingkan dengan Chelsea yang banyak dijagokan. Final adalah final, kami Benfica tentu akan tampil berbeda juga.”

Sementara, Lampard menyatakan, “Saya cukup beruntung dapat bermain di sejumlah laga final. Segala hal yang kecil dapat saja terjadi, perlu fokus dan konsentrasi. Yang penting, apa yang anda peroleh di akhir musim.”

Prakiraan susunan pemain

Benfica (4-2-3-1):
Arthur (penjaga gawang), Pereira, Luisao, Garay, Melgarejo, Matic, Perez, Salvio, Lima, Gaitan, Cardozo

Chelsea (4-2-3-1):
Cech (penjaga gawang), Azpilicueta, Cahill, Ivanovic, Cole, Luiz, Ramires, Oscar, Mata, Moses, Torres

 

Editor : Herwan Pebriansyah