Kanalnews.co, JAKARTA- Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) H. Zulfikar, SE. GG menghadiri acara pelantikan
Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Kehadirannya sebagai bentuk dukungan terhadap
penguatan peran intelektual dalam pembangunan bangsa dan membangun keharmonisan dengan ulama dalam mengawal spirit kebangsaan.

Kehadiran Zulfikar tidak hanya merepresentasikan komitmen GRIB terhadap sinergi antar organisasi. Tetapi juga mempertegas pentingnya kolaborasi antara gerakan rakyat dan komunitas sarjana Islam dalam merumuskan arah kemajuan nasional yang berkeadilan dan berkeadaban.

“Kami percaya bahwa para sarjana NU bukan hanya penjaga tradisi intelektual, melainkan juga motor penggerak perubahan sosial yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan keindonesiaan,”
ungkap sekjend GRIB.

Acara pelantikan ISNU disebutnya akan menjadi simbol kolaborasi lintas organisasi yang bertujuan
membangun bangsa melalui gagasan, dedikasi, dan aksi nyata.

“GRIB bersama ISNU punya Visi yang sama dan siap melangkah bersisian dalam memperjuangkan keadilan, keberlanjutan, penguatan sisi religi, kebangsaan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. GRIB juga terpanggil untuk bersama mengawal moderasi beragama yang menjadi pilar terwujudnya Indonesia yang rahmatan lil alamin. Serta sebagai Solidaritas Kebangsaan dalam Bingkai Keilmuan,” ujar Zulfikar

Sementara itu, Dr. H.Fadly Yasir selaku Ketua Panitia Pelantikan menyebut kehadiran GRIB menjadi simbol penguatan sinergi antara intelektual muslim dan kekuatan rakyat dalam mengawal arah perubahan bangsa. ISNU dan GRIB sepakat menjadi kesatuan dalam memperjuangkan bangsa dan negara.

“Sekjend GRIB hadir bukan sekadar tamu, melainkan sebagai mitra strategis yang percaya bahwa bangsa besar membutuhkan kolaborasi lintas latar, gagasan, dan dedikasi juga menegaskan pentingnya menyatukan idealisme akademik dengan realitas perjuangan sosial untuk menghadirkan Indonesia yang adil dan berdaulat,” katanya.

“Acara pelantikan ISNU tidak hanya mencetak kepemimpinan baru, tetapi juga menyatukan komitmen bersama untuk menjadikan keilmuan sebagai pendorong transformasi sosial dan tata kelola publik yang lebih transparan dan berkeadilan. GRIB dan ISNU siap melangkah berdampingan sebagai kekuatan moral dan intelektual yang tak terpisahkan dari perjuangan Bangsa,” ungkap Fadly. (pht)