KANALNEWS.Co, Jakarta – Sebuah pesawat penumpang sipil Sukhoi Super Jet (SSJ) 100, yang sedang melakukan demo terbang (Joy Flight) dalam rangka pemasaran kepada maskapai nasional di Jakarta, tiba-tiba hilang dari pantauan radar, Rabu (9/5) sore. Hingga saat ini, nasib pesawatbuatan Rusia tersebut belum diketahui nasibnya.
Kantor berita RIA Novosti pada pukul 14.09 WIB memberitakan, pesawat tersebut membawa 44 orang, terdiri dari delapan warga Rusia dan 36 warga negara asing. Pesawat dinyatakan gagal kembali ke bandar udara tempat keberangkatan setelah melakukan demo terbang.
Pesawat tersebut berada di Jakarta dalam rangka menggelar pertunjukan keliling ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Dalam siaran pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Selasa (8/5/2012), disebutkan bahwa pameran dan presentasi produk digelar di Jakarta, Rabu (9/5/2012), termasuk atraksi peragaan terbang. Selain di Indonesia, pameran dan peragaan terbang serupa juga akan digelar di beberapa negara, seperti Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, Laos, dan Vietnam.
Disebutkan bahwa pesawat jenis ini mampu mengangkut 98 penumpang dan mampu menjelajah hingga 3.048 kilometer untuk versi dasar, atau 4.578 kilometer untuk versi pesawat jarak jauh, dengan ketinggian terbang hingga 12.200 meter. Uji terbang pertama digelar pada Mei 2008. Pada tahun 2011, seri pertama pesawat yang telah mengantongi sertifikat dari otoritas sertifikasi Rusia (Russian Certification Authority) IAC AR dan EASA dibeli dan digunakan maskapai penerbangan Armenia “Armavi”.
Sementara itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan bahwa ada pesawat SSJ 100 hilang kontak. Pesawat penumpang itu berangkat dari Bandara Halim Perdanakusumah dan hilang kontak di atas wilayah Gunung Salak, Bogor.
“Jadi saya memang mendapat informasi bahwa pesawat itu joy flight, memperkenalkan produksinya di Indonesia. Lost contact di area Gunung Salak,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan.
Bambang mengatakan, penerbangan itu sudah beberapa kalinya pada hari ini. Informasi yang diterima KANALNEWS.Co, Rabu (9/5), pesawat itu hilang kontak sekitar pukul 15.30 WIB. Pilot pesawat itu sebelumnya mengontak ke traffic control Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat itu, pilot pesawat itu mengontak memberitahu bahwa pesawat sedang terbang di ketinggian 10 ribu kaki di atas wilayah Bogor. “Pukul 15.30 WIB, pilot meminta izin untuk menurunkan pesawat di ketinggian 6000 kaki. Tapi, setelah itu, hilang kontak. Sampai sekarang belum diketahui posisinya,” kata salah seorang sumber.
Seperti diketahui, pesawat SSJ100 ini berada di Indonesia untuk melakukan tes terbang. Pesawat penumpang ini sedang ditawarkan ke maskapai penerbangan di Indonesia. Sekitar pukul 14.00 WIB, pesawat berbadan warna putih itu take off dari Bandara Halim Perdana Kusumah. Ranoe Nirawan










































