KANALNEWS.co, Semaranga – Dinas Perhubungan menyiapkan langkah antisipasi mengurai kemacetan pascapembukaan jalan Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) pada masa arus mudik Lebaran 2015 setelah dibukanya jalan tol Cikapali. Kemacetan pada masa arus mudik lebaran akan berpindah dari Simpang Jomin, Jawa Barat, ke Pejagan, Jawa Tengah.
“Kementerian Perhubungan menyampaikan jalan Tol Cikapali sudah pasti dioperasi pada masa angkutan lebaran,” kata Kepala Seksi Angkutan Dalam Trayek Dinhubkominfo Jateng Erry Derimaryanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (27/5/2015).
Pihaknya sudah ada beberapa alternatif untuk mengurai kemacetan itu di antaranya ketika di gerbang tol Cikampek padat sekali, arus lalu lintasnya harus sudah dibagi melalui pintu keluar tol Cirebon, Kanci, dan pintu keluar lainnya.
“Informasi dari Dinhubkominfo Kabupaten Brebes, pintu keluar tol Brebes Barat juga sudah bisa digunakan meskipun nanti masih berupa perkerasan saja. Ini supaya tidak menumpuk di pintu keluar tol Pejagan dan Simpang Pejagan, sebagian akan dialihkan ke pintu keluar tol Brebes Barat dan langsung masuk jalur Pantura,” paparnya.
Sementara untuk kendaraan yang tetap berada di tol Pejagan, lanjut dia, hanya kendaraan-kendaraan yang akan menuju ke arah Jateng bagian selatan dan Ia memperkirakan volume kendaraan yang melintas di Jateng pada masa puncak arus Lebaran 2015 meningkat lima persen, menjadi 357 ribuan kendaraan dari tahun sebelumnya yang mencapai 340 ribuan kendaraan.
Pakar transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan perlu langkah antisipasi kemacetan pascapembukaan jalan tol Cikapali pada masa arus mudik Lebaran 2015.
“Kalau Lebaran tahun lalu, pintu keluar di Cikampek mesti padat sampai kira-kira satu kilometer ada Simpang Jomin itu terkenal macetnya,” tutur Djoko di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Djoko mengatakan hal itu kepada wartawan usai Rapat Koordinasi “Antisipasi Dibukanya Jalan Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) Dalam Rangka Kesiapan Angkutan Lebaran Tahun 2015 Kabupaten/Kota Se-Bakorwil III” di Aula Badan Koordinasi Wilayah III Banyumas-Pekalongan, Purwokerto.
Ia mengatakan jika jalan tol Cikapali dibuka, kemacetan di Simpang Jomin akan berkurang karena hanya dilalui sepeda motor.
Akan tetapi konsekuensinya, kata dia, kemacetan bakal pindah ke wilayah Jawa Tengah dan yang paling dikhawatirkan di Pejagan, Kabupaten Brebes.
“Dulu saja sebelum ada itu (tol Cikapali, red.) sudah berat, apalagi sekarang karena orang mesti nyaman, naik tol itu nyaman cuma enggak lancar, enggak jadi masalah. Jadi persoalannya di situ,” imbuhnya.
Menurut dia, Pejagan sebenarnya bukan pintu keluar jalan tol melainkan batas konsensi pelaksana proyek.
Ia mengatakan bahwa kontraktornya berpikir ulang jika harus membangun jalan tol Pejagan-Pemalang, sehingga dijual.
“Tol Kanci-Pejagan sebenarnya kondisinya enggak layak. Tol yang paling buruk itu,” tandasnya.
Masyarakat tentunya berharap keberadaan tol Cipali bisa mengurangi kemacetan luar biasa selama arus mudik dan balik. Kalaupun ada kemecaten tentunya tidak terlalu parah sama halnya di jalur Pantura. (Herwan)








































