Jakarta, KanalNews.co – Serial drama Ustad Milenial yang sudah mulai tayang di platform streaming WeTV Original sejak Senin (12/4/2021) lalu bercerita tentang kehidupan anak-anak milenial yang tetap mengikuti ajaran-ajaran yang baik. Salah satu adegan dalam serial drama ini adalah menekankan penolakan terhadap single use plastic atau plastik sekali pakai.

Dalam sebuah adegan, Timbo yang diperankan oleh mantan aktor cilik Umay Shahab mengatakan, mau berinvestasi pada workshop kayu yang dikelola Ahmad dengan catatan tidak ada penggunaan plastik sekali pakai. “Saya akan investasi, berapapun kebutuhan dananya, tapi dengan catatan, no single use plastik ya,” ujarnya kepada Ahmad. Ahmad sendiri diperankan oleh Arbani Yasiz, aktor muda yang tengah naik daun.

Seperti diketahui, masalah sampah plastik terus menjadi ancaman terhadap lingkungan. Termasuk penggunaan galon sekali pakai yang turut andil dalam pencemaran lingkungan.Tidak hanya merusak ekosistem yang ada di darat maupun laut, tetapi juga ancaman nyata bagi kelangsungan seluruh mahluk hidup di dunia. Apalagi daya hancur plastik terhadap lingkungan sangat besar karena sangat sulit terurai.

Dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap bumi ini akan semakin besar dan tidak terbendung, bila tingkat penggunaannya tidak ditekan sekarang juga. Pasalnya, tren pemakaian plastik sekali pakai cenderung terus meningkat. The World Economic Forum memprediksi, produksi dan konsumsi plastik akan meningkat 3,8 persen per tahun hingga 2030.

Eko Kristianto, Produser WeTV Original Ustad Milenial, mengatakan selain unsur-unsur religi, ada bibit-bibit atau pelajaran yang yang dibangun bagi kehidupan anak-anak milenial melalui serial drama ini. Salah satunya adalah mengajarkan mengenai dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan.

“Kita ingin ada satu isu masalah plastik dimana anak-anak milenial sekarang juga harus peduli terhadap isu ini,” ujar Eko pada acara Diskusi Media: Nonton Bareng & Review WeTV Ustad Milenial di Kantor WeTV Indonesia, Jakarta, Kamis (16/4/2021).

Sementara, Lesley Simpson, Country Manager WeTV & iflix Indonesia, mengatakan sengaja mencari topik-topik yang lagi tren di kalangan anak-anak milenial untuk disajikan dalam drama ini. “Masalah plastik ini kan isu yang lagi diangkat di masyarakat , terutama beberapa kota besar. Jadi kita sengaja mencari topik-topik yang secara tren di umur-umur milenial ini apa saja, biar nyambung dengan penontonnya. Hal itu bertujuan supaya penonton milenial ini merasa bahwa apa yang diceritakan dalam serial drama ini itu mereka banget.  Termasuk juga tentang pernikahan dini. Tahun 2019 yang kita temukan kalau jutaan anak-anak di bawah umur itu dinikahkan.  Jadi serial drama ini mengangkat semua isu yang lagi ada di anak-anak milenial, tapi tipis-tipis saja,” katanya.

Sebelumnya, dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Bekasi, Elhan dan Helfia menggagas petisi “tolak galon sekali pakai” pada November 2020 lalu. Hingga kini, sudah hampir 50 ribu partisipan telah menandatangani petisi  ini.

“Ketika ada perusahaan yang membuat galon sekali pakai, ini merugikan dan justru tidak menghargai upaya pengurangan sampah,” ujar Elhan.

Karena itu, ia menggagas petisi yang ditujukan kepada market leader produk galon sekali pakai tersebut. Elhan mengakui, tak sedikit mendapat tudingan negatif dari pengguna media sosial. Meski demikian, Elhan mengaku tak gentar sebab upaya tolak plastik sekali pakai adalah kampanye yang telah lebih dulu ada dan harus senantiasa digaungkan.

“Dalam menggagas  gerakan ini kami berbicara atas nama alam dan lingkungan, agar ke depannya lingkungan yang kita tempati dapat lebih bersih dan bebas dari sampah plastik yang tersebar dimana-mana,” ujar Elhan.

Jika berkaca pada data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), apa yang dikhawatirkan Elhan dan Helvia tentu saja tak berlebihan. KLHK memprediksi, timbunan sampah di Indonesia mencapai 67,8 juta ton. Jumlah tersebut kemungkinan masih terus bertambah.

“Jumlah timbunan sampah yang sangat besar, kira-kira 67,8 juta ton pada tahun 2020. Kelihatannya akan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan dengan semakin membaiknya tingkat kesejahteraan,” ujar Menteri KLHK Siti Nurbaya.

Terbukti, pada 1 Januari 2021 publik digegerkan dengan temuan dalam aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Kuta. Sekitar 30 ton sampah diangkut dari kawasan Pantai Kuta dalam kegiatan yang melibatkan personel TNI dan Polri, anggota Pramuka, masyarakat sekitar Badung dan aparat instansi pemerintah.(*)