
Kanalnews.co, JAKARTA– Rencana pemerintah menjadikan vaksin booster menjadi syarat perjalanan mudik lebaran tahun ini, atau Hari Raya Idulfitri 1444 hijriah menuai kritik. Juru Bicara Muda Partai Amanat Nasional (PAN), Dimas Prakoso Akbar, mengaku heran.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan vaksin booster bakal menjadi syarat bagi masyarakat yang ingin mudik lebaran. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh MenPAN-RB Tjahjo Kumolo.
Dimas menilai wacana tersebut tidak masuk akal. Sebab, sebelumnya perhelatan MotoGP tidak memberlakukan aturan demikian.
“Pernyataan Wapres aneh dan terlalu mengada-ada. Vaksin booster dijadikan syarat mudik memakai pertimbangan apa? Jika memakai pertimbangan medis, kenapa kemarin pagelaran MotoGP di Mandalika yang notabene dihadiri ratusan ribu penonton tidak diterapkan persyaratan PCR, antigen, maupun vaksin booster?” kata Dimas seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Ia meminta kepada pemerintah untuk lebih bijaksana dalam membuat kebijakan. Dimas menyarankan agar pemerintah fokus mengatasi lonjakan harga bahan pangan seperti minyak goreng.
“Jangan menimbulkan kegaduhan dan kegelisahan di tengah masyarakat karena pemudik merupakan masyarakat dari seluruh segmen dan latar belakang tanpa terkecuali,” kata dia menambahkan. (ads)


































