
Kanalnews.co, JAKARTA– Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya buka suara usai timnya dipaksa menelan kekalahan pahit 2-3 dari Bhayangkara Presisi. Ia menyoroti satu momen krusial yang disebutnya mengubah arah pertandingan secara drastis yaitu kartu merah untuk Jordi Amat.
Souza menilai anak asuhnya sebenarnya memulai laga dengan sangat baik, bahkan mampu mencetak gol cepat dan mengontrol permainan. Namun, menurutnya, performa tim perlahan menurun hingga memberi celah bagi lawan untuk bangkit.
“Kami mengawali pertandingan sesuai rencana, bahkan punya peluang menambah gol. Tapi setelah itu tim seperti kehilangan fokus dan memberi kesempatan lawan masuk ke dalam permainan,” ujar Souza.
Puncak kekecewaan pelatih asal Brasil itu terjadi saat Jordi Amat harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu kuning kedua. Ia menilai keputusan tersebut terlalu berlebihan dan berdampak besar pada mental serta strategi tim.
“Setelah kartu merah, semuanya berubah. Bermain dengan 10 pemain sangat sulit. Kami tidak bisa lagi menjalankan rencana seperti di awal,” tegasnya.
Meski sempat kembali unggul lewat gol Fabio Calonego, Souza mengakui timnya tak mampu bertahan dari tekanan di menit-menit akhir. Ia menyebut kondisi kekurangan pemain membuat Persija terpaksa mengubah pendekatan menjadi lebih defensif.
“Kami mencoba bertahan dan mengandalkan serangan balik. Tapi mereka bisa memanfaatkan bola mati dan transisi dengan baik,” tambahnya.
Souza juga menyinggung faktor emosi pemain yang dinilai ikut memperburuk situasi, termasuk insiden yang melibatkan Jordi Amat. Menurutnya, momen tersebut seharusnya bisa dihindari agar tim tidak dirugikan.
Kekalahan ini pun menjadi tamparan keras bagi Persija. Dari dominasi awal hingga akhirnya tumbang secara dramatis, Souza menegaskan timnya harus segera berbenah jika ingin kembali ke jalur kemenangan. (pht)

































