Foto Persija

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Persija Jakarta mulai terjepit dalam perburuan gelar Super League Indonesia 2025/26. Selisih sembilan poin dari Persib Bandung di puncak klasemen jadi alarm keras bagi Macan Kemayoran. Namun di tengah tekanan itu, pelatih Mauricio Souza menolak angkat bendera putih.

Kekalahan dramatis 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-26 jadi pukulan telak. Bermain di Stadion Sumpah Pemuda, Persija sempat dua kali unggul, namun justru dipermalukan lewat comeback menyakitkan.

Di saat bersamaan, Persib tampil tanpa ampun. Kemenangan 2-0 atas Semen Padang FC membuat Maung Bandung makin kokoh di puncak dengan 61 poin, meninggalkan Persija di posisi ketiga dengan 52 angka.

Jarak yang kian menganga membuat peluang juara Persija terlihat menipis. Rentetan hasil buruk jadi penyebab utama ambisi mereka mulai goyah. Tapi Mauricio belum siap menyerah.

“Masih ada 24 poin yang bisa diperebutkan. Delapan laga tersisa akan jadi penentuan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kesalahan fatal timnya yang terlalu mudah membuang poin. Menurutnya, tim yang ingin juara tak boleh terus mengulang kesalahan yang sama.

Perjalanan Persija jelas tak akan mulus. Lawan berat seperti Persebaya Surabaya, PSIM Yogyakarta, hingga duel hidup-mati melawan Persib sudah menanti di sisa musim.

Puncaknya bisa terjadi pada pekan ke-32, saat Persija bentrok langsung dengan Persib pada 10 Mei. Laga itu berpotensi jadi panggung penentuan gelar, atau justru momen pahit ketika Persija harus menyaksikan rivalnya berpesta di depan mata sendiri.

“Kami akan terus berjuang sampai titik terakhir. Selama peluang itu masih ada, kami tidak akan berhenti,” ujar Mauricio. (ads)