
Kanalnews.co, JAKARTA- Jagat ekonomi nasional diguncang kabar mengejutkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disebut-sebut hanya cukup bertahan dua pekan. Isu ini justru berasal dari internal Kementerian Keuangan sendiri.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengaku terkejut saat mendengar rumor tersebut mencuat dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR. Di hadapan para wakil rakyat, ia membongkar adanya “orang dalam” yang menyebarkan kabar menyesatkan itu.
“Katanya uang kita tinggal dua minggu lagi habis. Yang ngomong bukan orang luar, tapi dari dalam Kementerian Keuangan sendiri. Saya saja baru tahu, padahal saya menterinya,” ujarnya dengan nada heran di kompleks DPR, Senayan.
Isu liar ini muncul di tengah tekanan global akibat lonjakan harga minyak dunia yang tak menentu. Namun, Purbaya menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai skenario darurat sudah dihitung matang, bahkan hingga asumsi harga minyak menembus 100 dolar AS per barel.
Menurutnya, setiap kemungkinan sudah diantisipasi dengan simulasi detail: mulai dari harga 80 dolar, 90 dolar, hingga 100 dolar per barel, lengkap dengan langkah mitigasinya.
Lebih jauh, ia juga mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh jajaran kabinet siap menghadapi krisis energi global. Hasilnya? Kondisi fiskal Indonesia disebut masih aman terkendali.
“Dengan skenario terburuk sekalipun, harga minyak rata-rata 100 dolar sepanjang 2026, defisit tetap bisa dijaga di level 2,92% dari PDB,” tegas Purbaya. (pht)



































