Foto Tangkapan Layar

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Pernikahan beda agama yang dilakukan oleh staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ayu Kartika Dewi menjadi sorotan. MUI menegaskan pernikahan beda agama di Indonesia tidak sah.

Sebelumnya, Ayu dan Gerald menjalani proses pernikahan dengan dua cara. Pertama secara islam, dan pernikahan di Katedral sesuai agama Gerald.

Pernikahan tersebut berlangsung Hotel Borobudur Jakarta secara Islam, sekitar pukul 07.30 pagi. Acara dilanjutkan dengan misa pemberkatan di Katedral Jakarta pukul. Seluruh prosesi pernikahan disiarkan langsung di YouTube Ayu Kartika Dewi.

Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menjelaskan bahwa pernikahan yang sah harus sesuai agama dan keyakinannya masing-masing. Ketentuan itu berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

“Dalam aturan itu disebutkan dalam satu pasal perkawinan sah itu menurut agama dan keyakinan masing-masing. Artinya perkawinan itu memang perkawinan yang dikonotasikan secara tegas dan jelas berbeda agama tidak dibolehkan, harus dengan seagama sesuai keyakinan,” kata Amirsyah.

Namun begitu, Amirsyah tak mau berspekulasi mengenai pernikahan beda agama yang dilakukan Ayu dan Gerald. Ia menyerahkan ke pihak Dukcapil dan Kementerian Agama terkait konsekuensi tersebut.

“Di UU tahun 74 itu jelas bahwa itu perkawinan dalam undang-undang itu seagama, bukan berbeda agama,” kata dia. (ads)