Suasana Kelas saat Simulasi PTMT di SDIT Al Hamidiyah

 

Kanalnews.co, DEPOK– SDIT Al Hamidiyah mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Protokol kesehatan dijalankan sangat ketat.

Simulasi PTMT tersebut dilakukan selama dua hari, Senin (4/10) dan Rabu (6/10) mendatang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka adaptasi penyesuaian proses pembelajaran tatap muka. Sistem PTM ini menggunakan hybird learning.

Adapun sekolah yang mulai masuk adalah kelas 1 sampai 6 SD. Masing-masing siswa kelas dibagi dua atau 50 persen sesuai dengan ketentuan dari pemerintah.

Dalam pantuan Kanalnews.co, prokotol kesehatan sangat dijaga dengan ketat. Di pintu kedatangan misalnya, sudah ada petugas yang berjaga menyambut siswa-siswi.

Sesampai di sekolah, para siswa diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu siswa diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk ke kelas. Khusus siswa level bawah, mereka diantar masuk ke dalam kelas.

Siswa pun terlihat sangat antusias mengikuti PTM tersebut. Mereka juga menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Selama PTM, proses belajar hanya berlangsung selama dua jam. Siswa juga duduk berjarak dengan siswa lainnya.

Tak hanya itu, proses penjemputan siswa juga terbilang ketat. Para orangtua yang menjemput dianjurkan membawa kendaraan pribadi agar tidak kontak dengan orang lain, kecuali jika terpaksa harus dijemput oleh kerabat atau orang terdekat siswa.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SDIT Swandaru sudah mensosialiasikan kepada orangtua siswa mengenai rencana pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah pun menegaskan persiapan sudah dilakukan secara maksimal agar pembelajaran berjalan aman dan lancar.

“Sekolah SDIT Al Hamidiyah sudah menyiapkan semua aspek untuk memulai pembelajaran tatap muka. Tak hanya protokol kesehatan, kami juga bekerjasama dengan fasilitas kesehatan setempat dan dinas pendidikan Depok agar upaya PTM ini berjalan aman, sehat dan tidak ada kendala,” ujar Swandaru.

Mendikbudristek Nadiem Makarim juga sudah menegaskan agar PTM harus dimulai. Sebab, banyak dampak negatif jika anak terlalu lama belajar dari rumah.

Namun Kemenkes juga tak tinggal diam. Mereka berkomitmen untuk melakukan upaya menjemput bola agar risiko penularan Covid-19 dari sekolah dapat diminimalisir. (ads)